Flash News
No posts found

Personel Pemadam, Mayoritas Belum Bersertifikat

Seorang petugas Damkar Rembang, mengecek mobil pemadam.

Seorang petugas Damkar Rembang, mengecek mobil pemadam.

Rembang – Posko pemadam kebakaran mencatat sejak bulan Januari sampai dengan September ini, sudah ada 23 kali peristiwa kebakaran di berbagai wilayah se kabupaten Rembang.

Salah satu petugas pemadam kebakaran, Sarpani menjelaskan angka tersebut meliputi kebakaran lahan dan bangunan. Kalau lahan, penyebab paling banyak karena warga membuang puntung rokok sembarangan dan ada pula dugaan unsur sabotase. Sedangkan kebakaran bangunan, seperti rumah dan toko, rata rata dipicu oleh hubungan pendek arus listrik. Dari dua sebab ini, masyarakat bisa mengambil langkah langkah antisipasi. Misalnya saat menyalakan piranti elektronik, jangan terlalu banyak sambungan pada satu stop kontak, kemudian memperhatikan kualitas kabel dan rutin mematikan semua peralatan elektronik, ketika akan bepergian dalam jangka waktu yang lama. Khusus kebakaran lahan, pemilik harus meningkatkan pengawasan.

Terkait kesiapan petugas, posko pemadam kebakaran di sebelah utara kantor kecamatan Rembang, siap menerima aduan selama 24 jam di nomor (0295) 692919. Terdapat 5 regu pemadam, masing masing diperkuat 6 orang. Saat ini baru 5 orang pemegang sertifikat sebagai pemadam. Memang kedepan perlu ada rutinitas meningkatkan kemampuan anggota pemadam, melalui kegiatan pelatihan. Akan lebih baik jika semuanya mengantongi sertifikat.

Sarpani menimpali pemegang sertifikat pemadam, biasanya memiliki kemampuan lebih baik dalam menangani kobaran api, dibandingkan mereka yang belum bersertifikat. Tentu ditunjang pula jam terbang turun ke lapangan.

Sarpani menambahkan setelah mempunyai 4 unit mobil pemadam dan 4 unit mobil tangki, pihaknya kedepan berencana mengajukan mobil Damkar yang bisa menyemprotkan air di gedung bertingkat. Armada senilai Rp 2 miliar tersebut dilengkapi semacam tangga khusus dan peralatan pendeteksi asap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *