Flash News
No posts found

Diminta Tekan Kebocoran, Siapa Penyumbang PAD Terbesar ?

Baliho yang memasukkan seluruh perwakilan elemen rumah sakit, terpasang di halaman dalam RS dr R Sutrasno. Mereka menyumbang PAD tertinggi se kabupaten Rembang.

Baliho yang memasukkan seluruh perwakilan elemen rumah sakit, terpasang di halaman dalam RS dr R Sutrasno. Mereka menyumbang PAD tertinggi se kabupaten Rembang.

Rembang – Pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Rembang tahun 2014, besarnya pendapatan asli daerah atau PAD dipathok sekira Rp 139 miliar.

Anggota Komisi Bidang Pembangunan DPRD Rembang, Puji Santoso berharap satuan kerja sungguh sungguh merealisasikan. Salah satu topik pembahasan menyangkut upaya menekan kebocoran potensi PAD, dengan merevisi tarif.

Ia mencontohkan Dinas Pekerjaan Umum, retribusi daerah untuk izin mendirikan bangunan dinaikkan, setelah kabupaten Rembang menjadi magnet pengembangan ekonomi. Klasifikasi pembayaran IMB tercantum jelas saat pemohon mengurus di Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT). Dokumen pembayaran bisa dikroscek dengan setoran, sehingga kalau ada yang bermain menyelewengkan, akan mudah ketahuan saat pemeriksaan rutin.

Sedikitnya ada 15 satuan kerja perangkat daerah yang diharapkan mampu mendulang rupiah. Paling tinggi yakni Rumah Sakit dr R Sutrasno Rembang, terbebani target harus setor Rp 70 miliar.

Giri Saputro, juru bicara rumah sakit dr R Sutrasno mengaku pihaknya siap mengoptimalkan berbagai potensi, salah satunya dalam bidang pelayanan. Kalau pasien sudah percaya, kemungkinan target tersebut akan mampu tercapai. Terkait kebocoran, Giri menganggap sangat kecil. Kemungkinan hanya karena ada pasien kabur tidak membayar.

Selain rumah sakit, SKPD nomor dua penyumbang PAD terbesar adalah Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah sekira Rp 38 miliar, kemudian berturut turut disusul Dinas Kelautan Dan Perikanan hampir Rp 12 M, Dinas Kesehatan Rp 9 M, Dishubkominfo Rp 2,5 M, Disperindagkop Dan UMKM Rp 2,3 M, Sekretariat Daerah Rp 2 M, Bagian Administrasi Perekonomian Rp 1,9 M, Dinas Pekerjaan Umum Rp 1,7 M, Dinbudparpora Rp 996 juta, Disdukcapil Rp 465 juta, Distanhut Rp 133 juta, Bagian Administrasi Keuangan Rp 90 juta, Bagian Humas Rp 42 juta dan Bagian Kesra Rp 21 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *