Flash News
No posts found

Emosi, Nelayan Siap Melemparkan Bom Molotov

Nelayan Sendangmulyo Kec. Sarang ditenangkan aparat, karena terpancing emosi terhadap penggunaan jaring cothok.

Nelayan Sendangmulyo Kec. Sarang ditenangkan aparat, karena terpancing emosi terhadap penggunaan jaring cothok.

Sarang – Masalah jaring cothok, membuat sejumlah nelayan desa Sendangmulyo Kec. Sarang geram, karena merusak bobo penjebak rajungan yang ditanam di tengah laut. Mereka bahkan membuat bom molotov, siap dilemparkan kepada nelayan pemakai jaring terlarang tersebut.

Komandan Pos Angkatan Laut Rembang, Letda Hartono mengatakan beruntung pihaknya bisa mencegah rencana nekat itu. Ia memastikan petugas siap menindaklanjuti dengan menggelar operasi. Jangan main hakim sendiri, karena rawan memicu konflik horizontal.

Hari Selasa (28 Januari 2014), petugas gabungan menggunakan perahu karet menyisir perairan Sarang. Hasilnya, seorang nelayan, Judi asal desa Kragan Kec. Kragan kepergok mengoperasikan jaring cothok. Judi langsung dibawa ke kantor, sekaligus petugas Pos AL memanggil kepala desa Kragan, Chumaedi untuk bermusyawarah.

Judi sementara dilepas, sedangkan cothok dan perahunya diamankan. Perahu baru boleh diambil, asalkan nelayan pemakai cothok di desa Kragan, sebanyak 50 an orang, mau menyerahkan cothok secara suka rela kepada petugas, sebagaimana pernah dilakukan nelayan desa Tritunggal, beberapa waktu lalu.

Kepala Desa Kragan, Chumaedi berjanji akan berkoordinasi dengan kelompok nelayan, membahas masalah cothok.

Ia mengakui penggunaan jaring cothok semakin meluas. Nelayan ingin mudah mencari ikan, tanpa mempertimbangkan kerusakan ekosistem laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *