Flash News
No posts found

Ancam Menolak Bantuan, Jika Potongan Tinggi

Material bantuan bedah rumah.

Material bantuan bedah rumah.

Sarang – Sejumlah penerima program bedah rumah di desa Bajingjowo Kec. Sarang, hari Kamis (30 Januari 2014) memprotes besaran bantuan, tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Anas, salah satu ketua RT di desa Bajingjowo mengatakan keluhan warga miskin berbeda beda. Semula mereka menerima informasi akan diberi bantuan Rp 6 juta. Ada yang sudah menerima bahan material senilai Rp 3 juta. Tapi ada pula warga akan diberi uang tunai Rp 4 juta. Masalahnya selama ini dia tidak pernah diberitahu, termasuk dari mana asal usul anggaran.

Masalah ini tidak berkaitan dengan Kades Bajingjowo periode sekarang. Diduga proses pendataan berlangsung saat kepemimpinan Penjabat Kades sekaligus Kaur Kesra, Ali Mansyur.

Ali Mansyur menjelaskan warga desa Bajingjowo yang memperoleh program bedah rumah, sebanyak 38 kepala keluarga. Setiap penerima mempunyai rekening sendiri. Begitu tanda tangan di bank, uang langsung ditransfer ke pemasok material, yakni sebuah toko bangunan di desa Lodan Kulon Kec. Sarang. Ia tidak tahu menahu dugaan pemotongan, karena perangkat desa sebatas membantu mengantar, ketika kendaraan pengangkut material datang. Menurutnya penyaluran bantuan, berlangsung dua tahap. Ali juga berjanji siap konsultasi dengan fasilitator dari kabupaten.

Salah satu penerima program bedah rumah, M. Jaeni menjelaskan kalau potongan terlalu besar, lebih baik ditolak saja. Justru jika tetap diterima, akan memberatkan masyarakat.

Sampai Kamis sore, belum diketahui instansi mana yang bertanggung jawab menjalankan program tersebut. Pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Keluarga Berencana (BPMKB) memastikan tidak menangani bantuan bedah rumah di desa Bajingjowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *