Flash News
No posts found

Kepala Dinas ESDM Ditahan, Tolak Sebutkan Larinya Uang

Kepala Dinas ESDM Kab. Rembang, Agus Supriyanto (tengah berkaca mata) berjalan kaki menuju Rutan.

Kepala Dinas ESDM Kab. Rembang, Agus Supriyanto (tengah berkaca mata) berjalan kaki menuju Rutan.

Rembang – Kejaksaan Negeri Rembang akhirnya menahan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kab. Rembang, Agus Supriyanto hari Kamis (30 Januari 2014) sekira pukul 12.00 wib, tersangka kasus dugaan korupsi proyek jalan.

Semula pria yang tinggal di desa Sawahan Kec. Rembang Kota ini, diperiksa kondisi kesehatannya oleh dr Laksmi Iwandari.

Tak berselang lama, Agus mengenakan baju berwarna hitam motif bergaris, berjalan kaki masuk ke dalam tahanan, dengan dikawal petugas Kejaksaan Negeri Rembang dan didampingi penasehat hukumnya, Budi Darmawan.

Agus mengaku sudah memperkirakan akan ditahan. Meski demikian tidak melakukan persiapan apa apa. Ketika ditanya kemana larinya uang Rp 1,52 miliar untuk proyek jalan, Agus berkelit, seraya meminta wartawan konfirmasi kepada penyidik saja.

Kepala Kejaksaan Negeri Rembang, I Wayan Eka Putra mengatakan penahanan Agus Supriyanto, supaya proses hukum lebih cepat. Agus ditahan selama 20 hari kedepan, sambil menunggu surat dakwaan selesai. Terkait apakah ada tersangka baru, I Wayan Eka Putra menganggap perlu melihat perkembangan di persidangan. Apalagi secara bersamaan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Rembang, Ali Mukhtar akan pindah tugas ke Tasikmalaya Jawa Barat. Sedangkan penggantinya, mantan Kasi Datun Kejari Ambarawa.

Penahanan Agus Supriyanto menambah daftar panjang pejabat Pemkab Rembang yang masuk bui, karena kasus dugaan korupsi. Dalam kasus ini, anak buah Agus Supriyanto di Dinas ESDM, Abdul Muttaqien selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek, lebih dulu masuk penjara. Keduanya disangka terlibat kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan antara desa Wonokerto Kec. Sale sampai dengan desa Tegaldowo Kec. Gunem sepanjang 6,9 kilo meter. Waktu itu, Agus Supriyanto kecipratan uang fee Rp 20 juta, sedangkan Muttaqien Rp 2 juta. Belakangan uang telah dikembalikan, untuk meringankan hukuman.

Angka kerugian kasus tersebut Rp 1,52 miliar, sama persis seperti nilai anggaran proyek. Penyidik Kejari Rembang beralasan perbaikan jalan tambang, mustinya bukan menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan para pelaku usaha tambang.

4 Komentar

  1. daliyo

    Bisa-=bisanya tersemyum.. dasar agus supriyanto si birokrat arogan tidak tahu malu. kerusakan alam yang disebabkan oleh Agus supriyanto sejak jadi kepala ESDM saja belum pernah dihitung. coba nanti kalo kasus mark up dan manipulasi pajak danretribusi tambang kalo diaudit pasti jumlahnya MENCENGANGKAN!

  2. mbah kung

    Pada saatnya Tuhan akan mengungkap misteri “Perbup 80” tentang Pengangkatan CPNS Th. 2009/2010 Kab Rembang…… Jangan “adigang adigung adiguna”

  3. GARONK REMBANG

    mugi-mugi mawon mbah kung… iki ancen do iseh gregeten ambek penerimaan CPNS 2009/2010 lap\lha piye sing ditompo malah anak-anake pejabat , anake bos-bos,anake pemborong pokoke sing wani mbayar 80 juta ..leh.yoo kecil leh mbah nek bos=bos maeng nek mok mbayar 80 uta . trus sing ketompo ono sing wonge ra beres alias cacat … lan sing marai kemropok loo sing ketompo kon mergawe ning kantor ae isih do kakean cangkem jare aku dadi PNS yo kudu golek duwik wong dadi PNS yo ,mbayar laaa teerus nek ngaten pripun mbah kung …wong aparat kon nglayani rakyat malah mergawe nek gak ono duwike mooh nglakonii… buwakk ning goro rak wis pegawe anyar sing kelakuane ngonoo ikuu…. iki karek masyarakat Rembang gelem kompak ta gak ndo nggolek alat bukti nggo mbongkar sindikat jual beli CPNS 2009/2010… ayoooo bongkarrr kabeehhh..

  4. Faizal Firmansyach

    agus ingat selalu apa yang kamu ucapkan, bahwa kamu itu mr.clean…
    tapi ternyata sampai hari ini kamu masih masuk katagori pelaku korupsi aktif
    dengan tidak segera mengakui semua temuan yang memang memberatkan kamu
    buka semua apa yang kamu tahu agus…bongkar..whistle blower award menuggu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *