Flash News
No posts found

“Meski Banyak Banjir, Hujan Tetap Rezeki…”

Ibu dan anaknya ini mengenakan kaos berwarna merah, warga khas Imlek. Mereka bersembhayang di klentheng Tjoe Hwie Kiong Tasikagung.

Ibu dan anaknya ini mengenakan kaos berwarna merah, warga khas Imlek. Mereka bersembhayang di klentheng Tjoe Hwie Kiong Tasikagung.

Rembang – Perayaan tahun baru Imlek 2565 di Rembang, hari Jumat (31 Januari 2014) berlangsung sederhana.

Kaum Tionghoa mengisi waktu bersembhayang dan berdoa di klentheng. Setelah itu mereka beramah tamah dengan teman maupun kerabat, yang kebetulan baru saja tiba dari luar daerah.

Salah satunya Tulus Subaghyo (70 tahun), warga Kudus. Ia mengajak keluarganya menuju Rembang, sekaligus bertandang ke kediaman saudara. Ibarat seperti Lebaran umat Islam, sewaktu ketemu menjadi ajang saling bermaaf maafan. Tulus percaya kalau umat di muka bumi saling menjaga kerukunan, akan mendatangkan kelancaran rezeki dan kemakmuran.

Pantauan Reporter R2B di Klenteng Tjoe Hwie Kiong timur sungai Karanggeneng Tasikagung Rembang, tampak seperti hari hari biasa. Tak ada kegiatan mencolok, karena kebetulan pesta dipusatkan di Klentheng kidul desa Sumberejo, Jumat malam.

Seorang pengurus klentheng, Sri Warnaningsih menuturkan panitia sudah menyebarkan undangan ke Blora, Pati dan Kudus untuk berkumpul bersama. Tapi karena belakangan cuaca buruk dan banjir di jalur Pantura masih mengancam, kemungkinan besar banyak tamu tidak hadir.

Wanita yang mempunyai nama Tionghoa Hong Kwan ini menambahkan turunnya hujan pada hari Imlek akan mendatangkan rezeki berlimpah sepanjang tahun, masih tetap menjadi bagian kepercayaan kaum Tionghoa.

Kalau belakangan justru muncul berbagai bencana banjir dan tanah longsor, karena curah hujan tinggi, mungkin untuk mengingatkan kaum manusia, lebih menyayangi lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *