Flash News
No posts found

Komitmen Kajari Baru Diragukan, Usai Pergoki Ajudan Bupati

Kepala Kejaksaan Negeri Rembang, I Wayan Eka Putra. (Gambar atas) Tulisan ini tertempel di pintu masuk ruangan kerja Kepala Kejaksaan Negeri Rembang. Komitmennya dalam memberantas kasus korupsi dinantikan masyarakat.

Kepala Kejaksaan Negeri Rembang, I Wayan Eka Putra. (Gambar atas) Tulisan ini tertempel di pintu masuk ruangan kerja Kepala Kejaksaan Negeri Rembang. Komitmennya dalam memberantas kasus korupsi dinantikan masyarakat.

Rembang – Sejumlah kalangan ragu terhadap keseriusan kepala Kejaksaan Negeri Rembang, I Wayan Eka Putra dalam membongkar berbagai kasus dugaan korupsi yang merasuki jajaran pemerintah kabupaten Rembang.

I Wayan Eka Putra diprediksi tidak seberani Kepala Kejaksaan Negeri sebelumnya, Sudirman Syarief yang sekarang sudah promosi jabatan menjadi Asisten Pidana Khusus sebuah Kejaksaan Tinggi. Kala itu Sudirman impresif menangani proyek proyek bermasalah di sejumlah satuan kerja perangkat daerah. Kepala Dinas Pendidikan Dandung Dwi Sucahyo dan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Agus Supriyanto yang masuk tahanan, tidak lepas dari tangan dingin perokok berat tersebut. Sudirman bahkan terkenal sangat menjaga jarak dengan forum komunikasi pimpinan daerah, jarang sekali menghadiri undangan Pemkab.

Seorang pemerhati masalah korupsi di Rembang, Bambang Wahyu Widodo mengatakan keraguan itu muncul salah satunya ketika memergoki ajudan Bupati Rembang Moch. Salim datang ke ruangan Kepala Kejaksaan Negeri, I Wayan Eka Putra. Ternyata sang ajudan diminta bantuan memfoto copy KTP, untuk keperluan mengurus kepindahan Wayan menjadi warga kabupaten Rembang. Tentu muncul pertanyaan besar, kenapa harus ajudan Bupati, apakah memang ada kedekatan khusus dengan kalangan birokrasi Pemkab ? Bukankah lebih baik pejabat tetap mengurus sendiri ke Disdukcapil, seperti yang dilakukan Sudirman Syarief, saat kali pertama masuk Rembang.

Bambang menimpali pihaknya belum lama ini menyerahkan data awal dugaan penyimpangan dana bantuan sosial sebesar hampir Rp 100 miliar kepada Seksi Intel Kejari Rembang. Tetapi begitu mengetahui peristiwa tersebut, ia sangsi jadi resmi melapor atau tidak. Meski demikian, Bambang tetap mendorong I Wayan Eka Putra melanjutkan upaya yang telah dirintis pendahulunya. Apalagi korupsi telah terbukti menyengsarakan masyarakat. Jika ada aparat di Rembang main main, tentu masyarakat pula siap menentang.

Kepala Kejaksaan Negeri Rembang, I Wayan Eka Putra menjelaskan pihaknya kekurangan jumlah jaksa, terutama dalam menangani kasus korupsi.

Total jaksa sekarang hanya 10, tersebar di sejumlah seksi, idealnya ditambah lagi menjadi 15 orang, sehingga bisa lebih optimal.

I Wayan Eka Putra berjanji pihaknya akan serius menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. Tapi ia berharap jangan selalu dikejar kejar, karena menyesuaikan kemampuan jaksa.

6 Komentar

  1. adi

    kalo demikian TO Koruptornya harus bertambah dong.. bukan hanya sekedar Pejabat Daerah, tapi juga Aparat Penegak hukum, dalam hal ini Kajari dan anak buahnya harus juga kita awasi bersama. karena dari lingkungan Kejati Jateng sudah bersih, kalo orang ini mau main-main tinggal kita glangse sekalian!!! memangnya siuapa yakut dengan KORUPTOR!! Sejak awal gelagat promosinya sdr sudirman syarif sudah bisa dibaca kalo ada sesuatru. dan penggantinya bisa diipastikan sudah ada TITIUPAN TERTENTU terkait penganganan masalah. dari orangnya dan track recordnya sudah bisa dipelajari si Wayan ini akan seperti apa. demi penegakan hukum dan komitmen pemerintahan yang bersih dari korupsi kalo sdr wayan ini tidak sungguh-sungguh ya seluruh masyarakat dengan bukti-bukti mandeg dan tidak ada perkembangan penanganan masalah lebih baik disusulkan untuk diganti saja. Hari gini kok mau main-main dengan masyarakat dan penegajkan hukum. Kita galngse sajalah kajari ini!!!!! M<asyarakat yang sudah serius dan dipuncak kesabaran jangan dipermainkan!

  2. GARONK REMBANG

    hooiii pak kajari .tolong segala sesuatunya ndang diklarifikasi… nek ancen bapak mau ikut dadi mafia hukum ning Rembang segoro isih ombo nggo mbuwak jenengan…jangan kotori korps adyaksa kejaksaan dengan nafsu serakah materi…. sampeyan gak eling akeh kajari sing di jeblosno ning ukuman…. Rembang ojo di gawe rese leh pak sampeyan iku harapan penegakan hukum ning rembang ojo malah main mata karo mafia mafia gendeng ..sing gawe mlarate wong rembang

  3. bejo

    (19) إِنَّ الَّذينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشيعَ الْفاحِشَةُ فِي الَّذينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذابٌ أَليمٌ فِي الدُّنْيا وَ الْآخِرَةِ وَ اللهُ يَعْلَمُ وَ أَنْتُمْ لا تَعْلَمُون

    Sesungguhnya orang-orang yang suka sekali supaya tersebar berita-berita keji dalam kalangan orang-orang yang beriman, me­reka akan mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Allahlah yang Maha Tahu dan kamu semua tidaklah menge­tahui.

  4. Anak Pondok

    Assalamualaikum WR WB,

    Mas mbak saya sekedar menyarankan, hati hati dalam mengeluarkan dalil ayat ayat Allah SWT. Apalagi kalau hanya dicantumkan sepotong sepotong. Dilihat, dirasakan dan dipahami dulu.

    Wassalamualaikum WR WB.

  5. socer

    glangse wae Kajarine yen macem macem karo penagakan hukum!!!

  6. ukum

    mari kita lihat sepak terjang si Khafid dari detik per detik dan kasus per kasus, dilantik jadi bupati saja belum sudah menjadi Fir’aun baru!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *