Flash News
No posts found

Soal LPG 3 Kg Cepat Habis, Ini Jawaban Pertamina

Tabung gas elpiji 3 Kg ditata oleh pekerja di pinggir jalur Pantura Rembang.

Tabung gas elpiji 3 Kg ditata oleh pekerja di pinggir jalur Pantura Rembang.

Rembang – Belasan ibu rumah tangga di Tawangsari Kelurahan Leteh Rembang mengeluhkan isi gas LPG 3 kilo gram cepat habis, padahal baru dipakai kurang dari seminggu. Kondisi ini berbeda jauh dengan sebelumnya, kuat bertahan sampai 10 hari atau bahkan dua minggu.

Ika Puryanti, seorang ibu rumah tangga di Tawangsari mengungkapkan jarum pada regulator mendadak turun separuh, setelah tabung gas terhubung dengan kompor. Ia curiga kenapa bisa seperti itu, sedangkan pemakaiannya untuk memasak masih normal. Kejadian tersebut mulai terasa, pasca pemerintah mengumumkan kenaikan harga gas elpiji 12 kilo gram, beberapa waktu lalu. Tentu konsumen berhak mengetahui penyebabnya, apalagi sangat meresahkan. Bahkan ada pula yang sampai membanting tabung gas, lantaran dipuncak kejengkelan.

Kepala Bidang Migas Dan Energi Dinas ESDM Kab. Rembang, Imam Teguh Susatyo menegaskan tidak ada aksi permainan dengan modus menyuntik gas elpiji 3 Kg, kemudian dialihkan ke gas isi 12 Kg. Menurutnya, pemasok, agen maupun pengecer resmi tidak akan berani melakukan cara cara nakal seperti itu.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPPBE) di pinggir jalur Pantura desa Pasar Banggi Rembang. Hasilnya belum ditemukan penyimpangan. Namun perwakilan dari Pertamina sempat mengirimkan pesan pendek sms sebagai jawaban atas keresahan masyarakat. Mereka menyampaikan bukan karena isi dikurangi, melainkan ada tiga alasan yakni indikator isi LPG dihitung berdasarkan berat, bukan tekanan di alat regulator, sesuai sifat LPG setiap musim penghujan suhu udara rendah sehingga penguapan tidak maksimal dan tekanan menurun. Selain itu tanpa disadari konsumen, selama musim penghujan intensitas pemakaian gas untuk memasak semakin bertambah.

Untuk menormalkan penguapan, sejumlah warga mengantisipasi dengan mencelupkan tabung gas pada air hangat atau dijemur sebentar dibawah sinar matahari.

Imam Teguh Susatyo meminta kepada agen dan pengecer meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat. Tapi ia mengingatkan warga juga tetap ikut mengawasi, kemungkinan adanya pelanggaran.

2 Komentar

  1. mulyono

    kl curang,,hukum karma khan berlaku.spbe bangkrut.pejabate esdm anak cucune semaput

  2. Mbah Kung

    Jawaban pejabat ESDM bertentangan dng fakta, mestinya membela kepentingan masyarakat.. Kecurangan dan kongkalikong dimulai dr Kementerian ESDM – PERTAMINA – SPBE sampai Distributor, pengecer sekedar kulakan dan menjual….. masyarakat yg rugi. Kacau indonesiaku….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *