Flash News
No posts found

Meski Ada Perpres, Nelayan Bisa Menyiasati. Modusnya ?

Seorang petugas SPBN Tasikagung sibuk menjual solar subsidi.

Seorang petugas SPBN Tasikagung sibuk menjual solar subsidi.

Rembang – Kewajiban menggunakan solar non subsidi untuk kapal diatas bobot 30 gros ton (GT), diprediksi tidak terlalu berpengaruh bagi nelayan pesisir pantai utara kabupaten Rembang.

Salah satu pengurus kapal di Tasikagung Rembang, Fandholi menganggap sebagian besar kapal yang ada sekarang, berbobot 30 GT ke bawah. Kalaupun ada diatas 30 GT, jumlahnya sedikit. Berbeda dengan kapal Juana, Batang atau Pekalongan, rata rata berbobot besar.

Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kab. Rembang, Nurwakhid menyatakan kebijakan tersebut memberatkan nelayan. Harga solar subsidi hanya Rp 5.500, padahal solar non subsidi mencapai Rp 10.500 per liter. Penghasilan nelayan terancam anjlok, apalagi mereka juga ikut menanggung biaya perbekalan melaut.

Tapi menurutnya sulit menerapkan ketentuan itu, karena rawan terjadi manipulasi. Misalnya nelayan kapal diatas bobot 30 GT, titip membeli bahan bakar solar kepada nelayan kapal dibawah 30 GT, supaya mendapatkan solar bersubsidi. Namun pihaknya tetap menghimbau nelayan mematuhi aturan, agar tidak terjerat pelanggaran hukum.

Sebelumnya, presiden mengeluarkan peraturan No.15 tahun 2012 berisi kewajiban kapal diatas bobot 30 GT, menggunakan solar non subsidi atau sama seperti solar yang dipakai sektor industri besar. Hal itu secara efektif berlaku mulai tanggal 01 Februari 2014, bertujuan untuk mengurangi beban subsidi BBM.

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Rembang, Suparman mengaku belum mendapatkan edaran resmi Peraturan Presiden.

Tapi jika dijalankan, pejabat asal Kelurahan Magersari Rembang ini memperkirakan tidak banyak memukul nelayan kabupaten Rembang, lantaran kapal cantrang dan mini pursesine didominasi berbobot 30 GT kebawah. Yang perlu dipikirkan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di kawasan Pelabuhan Tasikagung, harus segera melengkapi penjualan solar non subsidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *