Flash News
No posts found

Ngurus Mendadak, Wabup Dikejar Kejar

Pembesuk memadati salah satu bangsal perawatan rumah sakit dr R Sutrasno. Mereka biasanya juga menyelipkan uang saku kepada pasien, hal itu yang terkadang membuat pasien memilih “mengulur waktu”.

Pembesuk memadati salah satu bangsal perawatan rumah sakit dr R Sutrasno. Mereka biasanya juga menyelipkan uang saku kepada pasien, hal itu yang terkadang membuat pasien memilih “mengulur waktu”.

Rembang – Wakil Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyesalkan kebiasaan sebagian masyarakat mengurus kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) saat sudah jatuh sakit, sehingga serba terburu buru.

Sempat ada warga berobat di rumah sakit dr R Sutrasno, awalnya bersedia membayar sendiri. Tapi belakangan ngotot mengurus Jamkesda, agar bisa gratis. Bahkan rela mendatangi rumah dinas Wakil Bupati, demi mendapatkan surat rekomendasi. Tentu kalau seperti itu, tetap harus menyesuaikan kesepakatan awal. Apalagi turunnya kartu, tidak bisa seketika langsung jadi. Sebaiknya pengurusan jangan menunggu kalau sakit.

Hafidz menjelaskan perbedaan mencolok terjadi, antara warga sakit zaman dulu dengan masa sekarang. Dulu, warga rela menjual ternak sapi atau sawah, untuk biaya berobat. Namun sekarang justru berkebalikan, warga usai menjalani perawatan di rumah sakit, ibaratnya mampu membeli ternak. Bahkan terkadang belum mau pulang meski sudah sembuh, lantaran menunggu pembesuk yang datang lebih banyak lagi.

Wakil Bupati menambahkan pelayanan kesehatan gratis sudah ditangani oleh Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pasien pemegang kartu Jamkesmas, secara otomatis langsung masuk BPJS. Diluar itu, warga miskin yang belum terdata, dilayani melalui jaminan kesehatan daerah.

Khusus Jaminan Persalinan atau Jampersal, semula ibu hamil dari keluarga kaya maupun miskin ditanggung pemerintah selama proses kelahiran. Tetapi sekarang hanya untuk pemegang kartu Jamkesmas yang masuk BPJS saja. Maka Pemkab Rembang menghimbau pemerintah desa mendata ibu hamil miskin. Mereka bisa diarahkan memakai fasilitas Jamkesda.

Menurutnya, banyak masyarakat kabupaten Rembang masih bingung, untuk membedakan antara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan dan Jamkesda.

JKN merupakan program pemerintah pusat, seluruh biaya pengobatan ditanggung pusat. Pasien bebas berobat di rumah sakit mana saja. Sedangkan Jamkesda adalah pelayanan kesehatan gratis, yang dananya digelontorkan anggaran daerah. Pasien bisa berobat gratis ke Puskesmas, Rumah Sakit dr R Sutrasno dan rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk. Dari sisi jenis obat untuk pasien, Wakil Bupati Rembang mengklaim program Jamkesda lebih banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *