Flash News
No posts found

Program SP3 Sepi Peminat, Pernah Ada Yang Menangis Tertekan

Suasana di sudut kampung wilayah desa Sumber Kec. Sumber. Petani sibuk menanam padi. Desa tersebut akan menjadi sasaran penempatan sarjana penggerak pembangunan.

Suasana di sudut kampung wilayah desa Sumber Kec. Sumber. Petani sibuk menanam padi. Desa tersebut akan menjadi sasaran penempatan sarjana penggerak pembangunan.

Rembang – Perekrutan program sarjana penggerak pembangunan perdesaan atau SP3 di kabupaten Rembang, sepi peminat.

Sampai penutupan, hari Senin (03 Februari 2014) hanya dua orang pendaftar, masing masing Yuanita Wahyu dari Lasem dan Mohammad Zainul dari desa Criwik Kec Pancur. Sesuai kuota, kabupaten Rembang dijatah sarjana pertanian dan ekonomi manajemen.

Kepala Seksi Kepemudaan Dinbudparpora Kab. Rembang, Endang Susilowati menjelaskan pendaftar minim, karena terkadang mereka takut terhadap rutinitas pekerjaan yang harus dijalani. Bahkan pernah ada sarjana penggerak pembangunan perdesaan sampai menangis, karena sering kali menerima pertanyaan dari masyarakat setempat, bantuan apa yang kelak akan diberikan kepada desa. Padahal program tersebut, tidak terkait penyaluran bantuan fisik.

Endang Susilowati menambahkan program sarjana penggerak pembangunan perdesaan ditangani pemerintah provinsi Jawa Tengah. Pemuda yang mendaftar di Rembang, penempatannya bisa saja ke luar kabupaten. Tahun ini kalau sudah ada penempatan, akan diarahkan menuju desa Sumber Kec. Sumber. Daerah sendiri sebenarnya juga bisa merancang program serupa, supaya penerima manfaat kegiatan lebih luas. Tapi perlu melihat efektivitas anggaran.

Program sarjana penggerak pembangunan di perdesaan tahun ini, memasuki angkatan ke V.
Pemprov Jateng merekrut 40 orang sarjana, dari 20 kabupaten/kota. Selama masa kontrak 10 bulan, mereka wajib menetap di desa tersebut dan dilarang meninggalkan lingkungan desa.

Pemerintah berharap sarjana masuk desa, mampu menjadi motivator, fasilitator maupun akselerator pembangunan. Lebih lebih sebentar lagi desa akan memperoleh dana besar, usai pengesahan Undang Undang Desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *