Flash News
No posts found

Belasan Petak Sawah Rusak, Normalisasi Dituding Salah Sasaran

Petani di desa Banggi Petak Kec. Kaliori menyelamatkan tanaman padi yang longsor. (Gambar atas) longsor memanjang di sebelah barat kampung.

Petani di desa Banggi Petak Kec. Kaliori menyelamatkan tanaman padi yang longsor. (Gambar atas) longsor memanjang di sebelah barat kampung.

Kaliori – Belasan petak sawah di sebelah barat desa Banggi Petak Kec. Kaliori longsor. Hari Selasa (04 Februari 2014), longsor semakin meluas. Akibatnya tanaman padi dan melon milik para petani rusak, terbawa aliran arus sungai.

Urip, seorang pemilik sawah warga desa Banggi Petak mengatakan lahannya yang tergerus, lama kelamaan terus bertambah. Hal ini sangat disayangkan, karena tanaman padi sebentar lagi sudah panen. Ia khawatir hasil panenan anjlok, menyusul curah hujan tinggi akhir akhir ini.

Urip tak menuntut ganti rugi, tetapi berharap longsor ditangani, supaya tidak menghabiskan sawahnya.

Hal senada diungkapkan pemilik sawah lainnya, Masno. Ia menunjukkan tanaman melon terkikis. Kalau hujan deras lagi, kemungkinan banyak tanaman yang tidak bisa diselamatkan.

Masno menimpali dulu tidak ada sungai membelah sawah mereka. Pada musim kemarau lalu, pemerintah desa setempat membuat semacam sudetan, dengan mengerahkan alat berat beckhoe. Ia mempertanyakan kenapa aliran sungai lama kearah barat tidak dikeduk, justru desa mengalihkan sudetan sungai kearah utara. Sawah menjadi mudah longsor, lantaran pengerukan terlalu dalam.

Kepala Desa Banggi Petak Kec. Kaliori, Bathi mengatakan pihaknya sudah melaporkan peristiwa tersebut kepada kecamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah maupun Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum.

Karena termasuk saluran tersier, desa diminta DPU untuk menangani sendiri. Memperoleh jawaban tersebut, Bathi sempat menggerakkan masyarakat untuk bekerja bhakti mengurangi longsor. Tapi tetap saja tidak mampu mengatasi, lebih lebih kiriman luapan air dari Embung Sudo dan Grawan tergolong besar. Ia beralasan pembuatan sudetan baru, karena sungai lama sudah buntu.

Bathi menambahkan kalau didesak menangani sekarang, desa belum mampu. Tapi begitu ada bantuan dari pemerintah, ia memastikan segera menguruk lokasi longsor dan menata saluran air. Targetnya tahun ini bisa terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *