Flash News
No posts found

Tak Tahu Tanggal Coblosan, Sosialisasi Dituding Sangat Kurang

Seorang warga melintasi depan kantor KPU Rembang, di dekat 12 bendera partai politik peserta Pemilu.

Seorang warga melintasi depan kantor KPU Rembang, di dekat 12 bendera partai politik peserta Pemilu.

Rembang – Sejumlah kalangan menganggap sosialisasi Pemilu Legislatif oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Rembang sangat kurang.

Warga di pelosok pedesaan masih banyak yang belum mengetahui hari pencoblosan Pemilu Legislatif, jumlah partai politik hingga cara pencoblosan. Reporter R2B hari Sabtu (08 Februari 2014) sempat menghubungi sejumlah warga secara acak, mayoritas mereka belum tahu jadwal pelaksanaan Pemilu.

Endah Mastutik, warga desa Tulung Kec. Pamotan misalnya. Ia mengaku belum mendapatkan sosialisasi dari pengurus RT, panitia pemungutan suara maupun aparat desa. Kaum ibu rumah tangga di lingkungannya cenderung cuek. Meski banyak gambar Caleg bertebaran, satupun tidak mengenal. Menurutnya Caleg maupun penyelenggara Pemilu cenderung malas turun ke bawah.

Hal senada diungkapkan dua warga lainnya, Ainul Yaqin di desa Trembes Kec. Gunem dan Sarimin warga desa Meteseh Kec. Kaliori.

Meski menilai sosialisasi belum maksimal, namun keduanya yakin suatu saat pasti tahu, kalau sudah mendekati hari pemungutan suara.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kab. Rembang, Minanus Suud menyatakan berbagai langkah ditempuh, untuk memberikan pemahaman masyarakat. Ada relawan penegak demokrasi membantu sosialisasi, kemudian pihaknya juga mengagendakan pemasangan iklan sosialisasi dan talk show di radio mulai akhir bulan Februari. Petugas KPU akan menyampaikan perihal hari pencoblosan tanggal 09 April 2014, jumlah Parpol sebanyak 12 partai maupun tata cara mencoblos tanda gambar partai politik dan gambar Caleg.

Minanus Suud menimpali tanggung jawab menyukseskan Pemilu tidak semata mata dibebankan kepada KPU.

Maka ia mendorong partisipasi masyarakat. Misalnya pengurus RT – RW, tokoh warga dan aparat desa membantu sosialisasi melalui forum pengajian dan rapat rutin ditingkat RT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *