Flash News
No posts found

Puluhan SK Ditarik, Pemkab Dambakan Seleksi CPNS Umum

Sejumlah pejabat Pemkab Rembang saat menghadiri sebuah acara di gedung Balai Kartini. Pemerintah kini memperpanjang masa pensiun mereka.

Sejumlah pejabat Pemkab Rembang saat menghadiri sebuah acara di gedung Balai Kartini. Pemerintah kini memperpanjang masa pensiun mereka.

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang menarik kembali surat keputusan atau SK pensiun 86 orang pegawai negeri sipil, setelah pemerintah pusat memberlakukan Undang Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) berisi tentang perpanjangan masa pensiun.

Dalam ketentuan itu diatur per tanggal 01 Februari 2014, pejabat eselon III ke bawah dengan jabatan administrasi, semula sudah harus pensiun usia 56 tapi dirubah menjadi 58 tahun, sedangkan pejabat eselon I dan II dari 56 ditambah 4 tahun atau maximal usia 60 tahun.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Rembang, Suparmin mengakui tahun ini dan 2015 sebenarnya jumlah pegawai negeri yang pensiun sangat banyak. Begitu keluar Undang Undang baru, masa kerja otomatis diperpanjang. Memang dari 86 orang PNS, tak semua mau melanjutkan bertugas. Terdapat sejumlah pegawai ngotot tetap ingin berhenti, menolak kesempatan tersebut.

Suparmin menambahkan meski masa pensiun ditambah, namun berdasarkan analisis beban kerja, kebutuhan ideal pegawai dilingkup pemerintah kabupaten Rembang masih kurang, sekira 8.617 orang.

Maka pihaknya mengirimkan data pengajuan pegawai ke pusat. Ia berharap tahun ini bisa diatasi bertahap melalui penerimaan calon pegawai negeri sipil formasi umum. Disetujui atau tidak, termasuk berapa kuota yang akan turun, daerah sebatas menunggu kabar lebih lanjut.

Sebagaimana pernah kami beritakan, Pemkab Rembang terakhir kali menggelar penerimaan CPNS formasi umum, pada tahun 2010 lalu.

Kala itu sempat muncul gelombang aksi protes massa, mereka menduga proses penerimaan sarat nepotisme dan penyuapan uang, antara Rp 70 – 80 juta per orang. Sejumlah anak maupun kerabat dekat pejabat lolos seleksi. Reaksi keras dari sejumlah elemen, akhirnya mereda begitu saja.

Muhammad Nurudin, seorang warga Pamotan pemerhati kebijakan pemerintah berharap jika Rembang tahun ini membuka seleksi CPNS, “wabah 2010” jangan kembali terulang. Menurutnya kalau ada permainan, cepat atau lambat, pasti akan terbongkar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *