Flash News
No posts found

Korban Bertambah, Sang Ibu Menghembuskan Nafas Terakhir

Bus Jaya Utama yang terlibat kecelakaan di desa Tegalmulyo Kec. Kragan.

Bus Jaya Utama yang terlibat kecelakaan di desa Tegalmulyo Kec. Kragan.

Kragan – Korban tewas dalam kecelakaan di jalur Pantura desa Tegalmulyo Kec. Kragan, Senin sore, akhirnya bertambah menjadi dua orang.

Korban pertama yakni Sariman (45 tahun), warga desa Tegalmulyo Kec. Kragan. Saat kejadian, ia duduk bersantai di depan rumah tetangganya. Sariman tewas seketika, dengan luka cukup parah.

Sedangkan korban kedua adalah Wiwin Setyorini (25 tahun), pembonceng sepeda motor, warga desa Tanjungan Kec. Kragan. Wanita tersebut meninggal dunia di rumah sakit dr R Sutrasno Rembang.

Suami Wiwin yang mengendarai sepeda motor, Ari Wibowo (26 tahun) dan anaknya Gita Febriyanti (5,5 tahun) menderita luka berat. Satu anaknya yang lain, Dimas Bagus (2 tahun) mengalami luka ringan.

Menurut keterangan sejumlah saksi, semula motor yang ditumpangi 4 orang masih sekeluarga itu, melaju dari timur. Sampai di sebelah timur SMPN I Kragan, pengendara motor berniat belok ke kanan. Motor kemudian diseruduk dari belakang bus Jaya Utama yang dikemudikan Kartadi warga Babat Lamongan Jawa Timur. Setelah menghantam motor, bus juga menabrak seorang warga dan baru berhenti, karena tertahan pohon di pinggir jalan.

Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Raden Dian didampingi Kaur Binops Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, Iptu Haryanto mengatakan pihaknya sudah sering mengingatkan pengemudi bus agar memperhatikan kecepatan kendaraan. Kalau di luar kota, mustinya maximal 60 kilo meter per jam. Apalagi untuk Pantura timur, banyak sekali penyeberang jalan.

Iptu Haryanto menambahkan bus langsung diamankan aparat kepolisian, untuk menghindari amuk massa. Saat ini penyidik masih mendalami kasus kecelakaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *