Flash News
No posts found

Mayoritas Amunisi Lokal, Siap Tembus 8 Besar

Dari kiri ke kanan : Charis Kurniawan CEO PT RSM, Manajer PSIR Siswanto, Ketua Panpel pertandingan Tri Cahyo Rismawanto dan Ketua Pengcab PSSI Kab. Rembang Wahyu Adi Hermawan menggelar jumpa pers terkait kesiapan PSIR Rembang.

Dari kiri ke kanan : Charis Kurniawan CEO PT RSM, Manajer PSIR Siswanto, Ketua Panpel pertandingan Tri Cahyo Rismawanto dan Ketua Pengcab PSSI Kab. Rembang Wahyu Adi Hermawan menggelar jumpa pers terkait kesiapan PSIR Rembang.

Rembang – Manajemen PSIR Rembang siap mendaftarkan 25 orang pemain lokal kepada PSSI pada tanggal 15 Februari nanti, untuk mengikuti kompetisi Divisi Utama.

Sebagian besar mereka adalah muka muka lama, seperti kakak beradik Heru Wibowo dan Yoni Ustaf Bukhori dari desa Gunungsari Kec. Kaliori, kemudian Zaenal Arifin asal desa Tunggulsari Kec. Kaliori, Effendi “bendhot” dan Kusen Riandi asal desa Waru Rembang.

Manajer PSIR Rembang, Siswanto menuturkan kalau ada dana, kemungkinan pihaknya juga berencana memperkuat amunisi dengan merekrut 2 – 3 orang pemain asing, asalkan memiliki kemampuan diatas rata rata pemain lokal. Ia optimis Laskar Dampo Awang sanggup bersaing di kancah Divisi Utama, bahkan manajemen memathok target lolos ke delapan besar. Penegasan tersebut disampaikan dalam jumpa pers yang berlangsung di sebuah rumah makan, sebelah barat obyek wisata Taman Kartini Rembang, Senin sore (10 Februari 2014).

Sementara itu Charis Kurniawan, CEO PT Rembang Sportindo Mandiri selaku pengelola PSIR Rembang mengatakan untuk mengarungi kompetisi Divisi Utama antara bulan April sampai November 2014, minimal membutuhkan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar. Paling banyak untuk kontrak pemain dan biaya akomodasi.

Charis mengakui PT Rembang Sportindo Mandiri memang mempunyai hak mengelola PSIR Rembang hingga tahun 2017 mendatang. Tapi ia tidak menutup kemungkinan bagi pihak pihak lain yang peduli terhadap PSIR, untuk ikut bergabung, bersama sama memajukan tim. Apalagi saat ini PT tidak memiliki uang sepeserpun.

Menurutnya penggalangan dana dari masyarakat bisa menjadi salah satu andalan, akan lebih baik jika nantinya suporter juga membentuk semacam koperasi, sebagai wadah menampung bantuan masyarakat pecinta sepak bola.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *