Flash News
No posts found

Bendahara Mundur, Ditemukan Selisih Ratusan Juta

Logo PNPM.

Logo PNPM.

Sluke – Pengelolaan simpan pinjam perempuan program nasional pemberdayaan masyarakat PNPM ditubuh Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kec. Sluke, diduga terjadi ketidakberesan. Berdasarkan audit fasilitator, ada selisih keuangan berkisar Rp 930 juta, antara tahun 2009 sampai dengan 2012. Pasca peristiwa tersebut, bendahara UPK Sluke, berinisial KM mundur mulai awal tahun 2014.

Kepala Desa Pangkalan Kec. Sluke, Sunardi mengaku hadir dalam setiap forum musyawarah antar desa. Ia sebatas berharap masalah tersebut segera diselesaikan oleh pengurus, tentu dengan jalan kekeluargaan dulu. Belakangan agak sulit, sehingga dilaporkan kepada Kejaksaan Negeri Rembang.

Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kec. Sluke, Suyoto mengatakan saat rentang waktu itu, dirinya masih menjabat sebagai Sekretaris UPK.

Sebab musabab selisih uang, ia enggan memastikan. Apakah ada kesalahan pelaporan atau uang memang diselewengkan, Suyoto menunggu hasil penelusuran tim. Namun menurutnya, tidak ada kelompok fiktif di kecamatan Sluke.

Suyoto memperinci perputaran dana simpan pinjam perempuan antara tahun 2008 hingga 2012, mencapai Rp 2,4 miliar.

Paling tinggi tahun 2010 sebesar Rp 712 juta, sedangkan terendah tahun 2012, hanya Rp 199 jutaan.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat BPMKB Kab. Rembang, Slamet Haryanto menjelaskan pihaknya sudah menerima laporan masalah di UPK Sluke, sekarang masih dalam penanganan Inspektorat dan fasilitator kabupaten.

Sementara itu, mantan bendahara UPK Sluke, KM kepada seorang wartawan membantah telah menyelewengkan dana simpan pinjam perempuan. Ia berdalih, mundur bukan masalah dana SPP, tetapi karena persoalan lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *