Flash News
No posts found

Warga Marah, Truk Tambang Dilarang Melintas

Sejumlah warga memasang tulisan larangan truk tambang melintasi jalan kampung.

Sejumlah warga memasang tulisan larangan truk tambang melintasi jalan kampung.

Gunem – Sekira 30 an warga desa Tegaldowo Kec. Gunem, Kamis pagi (13 Februari 2014) memprotes truk pengangkut bahan tambang yang sering melintasi jalan di tengah perkampungan. Mereka memasang tulisan berisi larangan lewat.

Seorang warga desa Tegaldowo, Joko Priyanto beralasan banyak dampak buruk dirasakan oleh masyarakat. Selain jalan desa cepat rusak, tetapi juga menimbulkan polusi udara dan mengganggu istirahat warga yang bermukim di pinggir jalan. Beberapa kali sopir diingatkan jangan mengemudikan kendaraan dengan ugal ugalan, justru seakan akan tidak terima. Joko berpendapat kalau pengusaha sanggup membuka penambangan di perbukitan selatan Tegaldowo, mustinya bisa menyiapkan jalan khusus armada truk, supaya tidak merugikan masyarakat.

Warga kemudian mendatangi balai desa Tegaldowo, untuk menyampaikan keluhan. Kepala Desa Tegaldowo, Suntono mengaku sudah sering mendengar gejolak protes terhadap hilir mudik truk tambang. Paling banyak diarahkan kepada perusahaan PT Bangun Arta Kencana dan PT Amir Hajar Kilsi. Tapi ada pula sebagian armada yang memilih lewat jalur lain, tidak melintasi permukiman penduduk Tegaldowo. Ia menganggap mungkin protes bisa mereda, seandainya kondisi jalan beraspal mulus.

Suntono menambahkan pihaknya segera berkoordinasi dengan kecamatan Gunem, Pemkab Rembang dan perwakilan pengusaha tambang. Surat tertulis berisi pemblokiran jalan akan diluncurkan Senin depan, supaya awak truk mengantisipasi dan tidak menimbulkan gesekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *