Flash News
No posts found

4 Kecamatan Menyusul, Diingatkan Jangan Ada Pemotongan

Petugas BPBD Rembang mengirimkan beras bantuan korban bencana alam ke Kaliori dan Sedan, Jumat pagi.

Petugas BPBD Rembang mengirimkan beras bantuan korban bencana alam ke Kaliori dan Sedan, Jumat pagi.

Rembang – Bantuan beras bencana alam bagi empat kecamatan, akan dikirimkan menyusul, setelah hasil pendataan jumlah keluarga yang menjadi korban bencana melambung tinggi.

Kepala Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Ahmad “ayub” Makruf menjelaskan keempat kecamatan tersebut yakni Gunem, Pamotan, Sale dan Rembang Kota. Kemungkinan sekira satu minggu lagi, beras bisa disalurkan. Sebelumnya BPBD lebih dulu mengirimkan beras untuk korban bencana ke kecamatan Sarang, Kragan, Sluke, Pancur, dan Lasem. Sementara pada hari Jumat (14 Februari 2014) beras untuk kecamatan Kaliori dan Sedan didroping menuju masing masing kantor kecamatan, selanjutnya baru dibagikan ke desa. Total bantuan sebanyak 17.650 kilo gram, untuk 1.765 kepala keluarga.

Terkait kualitas beras, Makruf menegaskan cukup bagus dan masih baru, sehingga layak dikonsumsi. Masalah kualitas, tentu menjadi perhatian. Apalagi pihaknya bermaksud ingin meringankan beban masyarakat yang baru terkena musibah.

Sementara itu Camat Sarang Edi Kiswanto mengatakan beras selesai dibagikan kepada warga. Ia mengingatkan aparat desa jangan sampai ada pemotongan, tetapi harus sesuai petunjuk BPBD Rembang, yakni 10 kilo gram setiap kepala keluarga. Kebetulan paling banyak penerimanya di desa Kalipang, setelah desa tersebut terendam banjir.

Edi Kiswanto menambahkan cuaca di kabupaten Rembang belakangan sulit diprediksi. Pertengahan bulan Januari lalu, curah hujan meningkat, banjir dan tanah longsor melanda berbagai tempat. Tapi selama seminggu terakhir, cuaca cenderung panas. Jumat sore, hujan skala ringan dan sedang kembali mengguyur.

Ramalan Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) menyebutkan selama bulan Februari, hujan deras masih akan terjadi di kabupaten Rembang, sehingga warga di daerah rawan bencana harus tetap waspada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *