Flash News
No posts found

Ketahuan Jadi Pengurus Partai, Perangkat Desa Siap Mundur

Sebuah poster terpampang di depan kantor Panwaslu Kab. Rembang, mengingatkan ada sanksi pidana dalam pelanggaran Pemilu.

Sebuah poster terpampang di depan kantor Panwaslu Kab. Rembang, mengingatkan ada sanksi pidana dalam pelanggaran Pemilu.

Bulu – Oknum perangkat desa salah satu desa di kecamatan Bulu diduga merangkap menjadi ketua pengurus anak cabang (PAC) Partai Gerindra.

Oknum perangkat tersebut berinisial ST (33 tahun). ST sempat kedapatan menghadiri kegiatan hari lahir Partai Gerindra di pasar kambing Kampung Baru Sumberejo, belum lama ini. Hari Kamis kemarin, Panitia Pengawas Kecamatan Bulu memanggil ST, untuk dimintai klarifikasi. Yang bersangkutan membenarkan menjadi pengurus partai politik, namun secara terang terangan siap mengundurkan diri dan memilih fokus menjadi perangkat desa saja.

Ketua Panwascam Bulu, Makruf mengatakan sampai Jumat siang (14 Februari 2014) pihaknya masih menunggu surat tembusan pengunduran diri dari kepengurusan partai politik.

Makruf menambahkan Panwascam Bulu sudah mengirimkan surat rekomendasi kepada kepala desa, selaku pimpinan ST. Apakah ada sanksi, ia menyerahkan sepenuhnya ke kepala desa. Menurutnya sejauh ini belum ada rencana memasukkan sebagai pidana Pemilu.

Seiring perkembangan politik menjelang Pemilu Legislatif bulan April mendatang, pemerintah kabupaten Rembang mengeluarkan surat edaran yang isinya meminta agar pegawai negeri sipil, kepala desa dan perangkat desa tetap menjaga netralitas.

Bagi PNS yang melanggar aturan PP No 53 tahun 2010 akan dijatuhi hukuman disiplin sedang hingga berat. Begitupun Kades beserta perangkat, dalam Undang Undang No 06 tahun 2014 tentang desa, dilarang berpolitik praktis. Kalau nekat, sanksinya bervariasi, mulai teguran lisan hingga pemberhentian.

Sekretaris Daerah Rembang, Hamzah Fathoni menyatakan surat sudah dikirim ke dinas/instansi, kecamatan dan desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *