Flash News
No posts found

Kisruh Harian Lepas Semakin Ruwet, Gajinya ?

PNS di Rembang. DPRD mendesak pegawai yang sudah ada dioptimalkan, tanpa harus merekrut pegawai harian lepas.

PNS di Rembang. DPRD mendesak pegawai yang sudah ada dioptimalkan, tanpa harus merekrut pegawai harian lepas.

Rembang – Sejumlah anggota DPRD Rembang mendesak pemerintah kabupaten untuk mengkaji perekrutan pegawai harian lepas, karena prakteknya tidak sesuai.

Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Rembang, Gatot Paeran menuturkan saat rapat pembahasan anggaran, beberapa pejabat Pemkab menyampaikan pegawai harian lepas artinya bekerja secara harian, kemudian menerima bayaran. Semisal ada komputer rusak, instansi bisa mendatangkan tenaga perbaikan atau tenaga fogging di dinas kesehatan kabupaten. Tapi kenyataannya pegawai harian lepas justru bekerja secara tetap di masing masing satuan kerja perangkat daerah, tanpa keahlian khusus dan menerima gaji bulanan, seperti layaknya pegawai honorer.

Ia berharap mekanisme kerja pegawai harian lepas ditata kembali, sebaiknya mengoptimalkan PNS yang sudah ada sekarang, supaya tidak menghambur hamburkan keuangan daerah. Hari Senin mendatang, DPRD akan memanggil Pemkab, untuk menjelaskan.

Sekretaris Daerah Rembang, Hamzah Fathoni menanggapi pihaknya masih menelaah perekrutan pegawai harian lepas, termasuk berkonsultasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara di Jakarta. Terminologi pegawai harian lepas perlu dipastikan. Jika sejenis honorer daerah, memang dilarang.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Kab. Rembang, Suyono mengaku mendapatkan tambahan 6 orang pegawai harian lepas, beberapa diantaranya merupakan pemain PSIR Rembang, bertugas memungut retribusi parkir dan retribusi angkutan di terminal maupun stasiun.

Suyono menegaskan pihaknya memang butuh tenaga seperti itu, karena keterbatasan jumlah PNS. Setelah memberikan pelatihan selama seminggu, pegawai harian lepas langsung diterjunkan ke lapangan. Terkait gaji, rata rata Rp 1 juta per bulan. Menurutnya wajar, sesuai dengan beban kerja.

3 Komentar

  1. kaseri

    SUYONO DAN YUNI ANTEK SALIM KHAFID KORUPTOR KAKAP YANG TINGGAL MENUNGGU GILIRAN KEDUNGPANE, KORUPSI RANjAU 3MIlYAR DAN YUNI KORUPTOR BEDAH RUMAH.

  2. sumiah GTT

    gaji PHL 1 juta per bulan. gaji guru GTT sebulan piro?????? Pemkab ga mikir po?

  3. TTT

    para koruptor harus dimiskinkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *