Flash News
No posts found

Pengecer Di Pasar Dituding Rentan Penyimpangan, Alasan ?

Para pengecer pupuk di kabupaten Rembang, dalam sebuah sosialisasi.

Para pengecer pupuk di kabupaten Rembang, dalam sebuah sosialisasi.

Rembang – Pengecer pupuk yang membuka kios di lokasi pasar, dianggap rawan menyimpangkan pupuk keluar wilayah dan bisa memicu kelangkaan urea bersubsidi.

Hal itu menjadi temuan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan UMKM Kab. Rembang, saat menggelar inspeksi mendadak. Kepala Bidang Perdagangan, Sugiyanto mencontohkan di pasar Rembang Kota dan Sluke, banyak pengecer pupuk. Petani dari luar wilayahpun bisa datang membeli pupuk urea, meski tidak mengantongi rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). Ia mengusulkan penyaluran pupuk bersubsidi, langsung ke kelompok tani, untuk mencegah kelangkaan dan penyimpangan.

Menanggapi usulan tersebut, Haryanto, supervisor PT Petrokimia Gresik wilayah Ex Karesidenan Pati mengaku sangat mendukung. Tahun 2014 ada kebijakan baru, kios pengecer akan diverifikasi ulang. Setiap pengecer menjual pupuk ke kelompok tani, petugas dinas terkait wajib mengecek jumlah penjualan, angkanya sudah sesuai atau belum. Pihaknya sempat memberlakukan di kabupaten Blora, ternyata sering muncul kendala. Petani enggan ikut kelompok tani, gara gara harga jual pupuk lebih mahal dibandingkan kios pengecer. Alasannya kelompok tani ikut mengambil keuntungan, kemudian uangnya masuk kas kelompok. Haryanto berharap di kabupaten Rembang tidak terjadi seperti itu.

Ia mempersilahkan petani mematuhi prosedur pengajuan RDKK, berisi tentang nama petani, kelompok tani, desa, kecamatan, nama kios, kebutuhan pupuk, luas tanam, serta ditandatangani petugas pembimbing, kepala desa, ketua kelompok tani dan ketua gabungan kelompok tani.

Haryanto menambahkan khusus urea, kabupaten Rembang hanya mendapatkan jatah 16.578 ton pada tahun 2014. Kebutuhan tertinggi di kecamatan Bulu sebanyak 1.683 ton, sedangkan terendah kecamatan Lasem, hanya 346 ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *