Flash News
No posts found

Tak Peduli Efek Negatif, Justru Menjadi Tontonan Gratis

Warga di pinggir jalan Rembang – Blora membersihkan abu vulkanik letusan Gunung Kelud.

Warga di pinggir jalan Rembang – Blora membersihkan abu vulkanik letusan Gunung Kelud.

Bulu – Sebagian besar warga di kecamatan Bulu dan Sumber tidak memahami efek negatif abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud, yang mulai masuk ke wilayah dua kecamatan tersebut sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi (15 Februari 2014).

Sumangat, Sekretaris Desa Sendangmulyo Ngiri Kec. Bulu mengatakan abu vulkanik baru turun, setelah hujan deras Jumat petang, berbeda waktunya dibandingkan dengan kota Rembang yang sudah mulai terasa Jumat pukul 10.00 pagi. Abu menutupi genteng rumah, tanaman dan mengotori teras. Warga sempat kaget, namun tidak ada satupun mengenakan masker penutup hidung. Sumangat berharap hujan segera turun, sehingga abu bisa hilang dengan sendirinya.

Hal senada diungkapkan warga desa Pelemsari Kec. Sumber, Siswanto. Masyarakat setempat beraktivitas di luar rumah seperti biasa, meski turunnya abu cukup lumayan. Justru hujan abu menjadi semacam tontonan gratis. Warga tidak begitu mempedulikan dampak buruknya, Siswanto memperkirakan karena belum paham.

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Rembang, Ali Syofii menganggap tingkat ketebalan abu vulkanik yang masuk kabupaten Rembang, relatif masih wajar.

Meski demikian warga dihimbau mengenakan masker, sehingga udara yang diserap, tersaring lebih dulu. Apalagi kalau sebelumnya mempunyai riwayat menderita gangguan paru paru. Tentu akan sangat beresiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *