Flash News
No posts found

Vakum, Menunggu Selesai Pemilu

Pelantikan Kades di kabupaten Rembang, beberapa waktu lalu.

Pelantikan Kades di kabupaten Rembang, beberapa waktu lalu.

Rembang – Paguyuban kepala desa kabupaten Rembang yang diberi nama guyup rukun petinggi dampo awang atau Guru Pendawa, sudah hampir setengah tahun terakhir tidak aktif.

Sebelumnya Guru Pendawa dipimpin Almarhum Hadi Susanto, Kades Dresi Kulon Kec. Kaliori, kemudian digantikan Wasiman, Kades Kaliombo Kec. Sulang. Wasiman memutuskan menjadi Caleg dari PKB, setelah itu mengundurkan diri. Paguyuban akhirnya kocar kacir, usai pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, antara tanggal 12 – 14 November 2013 lalu, lantaran banyak pengurus purna tugas.

Rosidi, kepala desa Karangasem Kec. Bulu menganggap keberadaan paguyuban cukup penting. Tak sekedar sebagai sarana komunikasi antar kepala desa, tetapi juga untuk meneruskan aspirasi masyarakat pedesaan kepada pemerintah kabupaten Rembang. Ia berharap nantinya ada penunjukan pengurus paguyuban ditingkat kecamatan terlebih dahulu, setelah itu baru memilih pengurus tingkat kabupaten.

Hal senada diungkapkan kepala desa Logung Kec. Sumber, Sukarno. Paguyuban Guru Pendawa menjadi simbol solidaritas sesama kepala desa.

Belum lama ini sempat muncul rencana, penataan organisasi akan dimulai setelah Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden selesai.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Rembang, Akhsanudin menyatakan berorganisasi merupakan hak masyarakat, termasuk kalangan kepala desa.

Paguyuban akan memudahkan Pemkab menjalin koordinasi, terutama dalam hal menyukseskan penarikan pajak bumi bangunan (PBB), pembagian Raskin maupun program pemerintah lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *