Flash News
No posts found

Kemiskinan Memicu Warga Sembarangan

Bidan desa di Jurangjero Kec. Sluke melayani warga, termasuk menyisipkan sosialisasi hidup bersih, Senin pagi (17 Februari 2014).

Bidan desa di Jurangjero Kec. Sluke melayani warga, termasuk menyisipkan sosialisasi hidup bersih, Senin pagi (17 Februari 2014).

Sluke – Sekira 80 an kepala keluarga di desa Jurangjero Kec. Sluke, sampai saat ini masih terbiasa buang air besar (BAB) sembarangan.

Suryati, seorang warga desa Jurangjero mengaku bagi warga yang belum memiliki jamban atau WC sendiri, terpaksa buang air besar di pinggir sungai dan lokasi tegalan, sehingga sering kali menimbulkan bau tidak sedap. Belakangan ia merasa malu kalau ketahuan orang lain, kemudian berinisiatif membuat jamban sendiri, menghabiskan dana sekira Rp 3 juta. Paling besar untuk biaya membuat tempat penampungan atau septic tank.

Kepala Desa Jurangjero Kec. Sluke, Muksin mengatakan warga yang BAB sembarangan disebabkan oleh faktor kemiskinan. Rencana membuat WC belum terpikirkan, karena mereka sementara fokus mencukupi kebutuhan makan sehari hari.

Kalau memungkinkan ada dana bantuan pemerintah, pihaknya ingin membuat semacam WC umum di setiap RT.

Hal senada diungkapkan bidan desa Jurangjero, Awik Mediatin. Awik menganggap begitu sarana pra sarana ada, pasti masyarakat mudah diarahkan untuk tidak buang air besar sembarangan. Apalagi pada umumnya sudah menyadari bahwa hal itu rawan mengganggu kesehatan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *