Flash News
No posts found

Longsor Mengintai, Watu Layar Tak Sekuat Layar Dang Puhawang

Seorang warga berada di dekat material longsoran watu layar.

Seorang warga berada di dekat material longsoran watu layar.

Lasem – Sejumlah titik tanah longsor terjadi di kawasan wisata watu layar, pinggir jalur Pantura desa Bonang – Binangun Lasem. Watu layar oleh warga setempat dipercaya merupakan jelmaan layar perahu Dang Puhawang, setelah berseteru dengan Sunan Bonang.

Longsor mengakibatkan material tanah memenuhi bagian belakang rumah milik warga yang berada di bawahnya.

Sutono, salah satu penduduk setempat mengaku khawatir, saat hujan deras, longsor susulan sewaktu waktu mengancam keselamatan warga. Ia menunjukkan bongkahan batu besar, sudah menggelinding berhimpitan dengan ruangan kamar. Hanya sesekali saja Sutono tinggal di bangunan tersebut. Kalau malam, memilih menempati rumahnya yang lain di desa Binangun.

Lokasi longsor berada di petak 1 resort pemangkuan hutan (RPH) Kajar, bagian kesatuan pemangkuan hutan (BKPH) Gunung Lasem, KPH Kebonharjo.

Seorang mantri di kawasan RPH Kajar, Anwar Rifa’i menuturkan pihaknya sudah berupaya melakukan pengkayaan tanaman, untuk mengurangi potensi longsor. Pohon jenis lokal yang dianggap mampu mengikat tanah, seperti kepoh, randu alas, iwil iwil dan trembesi, jumlahnya cukup banyak.

Karena Gunung Lasem ditetapkan sebagai hutan lindung, maka masyarakat dan LMDH kedepan terus didorong ikut membantu menambah jumlah pohon rimba, termasuk buah buahan yang bisa dipetik hasilnya oleh masyarakat. Warga dilarang mengolah lahan untuk tanaman pangan, seperti padi maupun palawija.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *