Flash News
No posts found

” Ora Beres, Kok Ditunjuk Lagi…”

Massa berorasi di depan balai desa Sidorejo Kec. Sedan, Selasa pagi.

Massa berorasi di depan balai desa Sidorejo Kec. Sedan, Selasa pagi.

Sedan – Sekira 50 an warga desa Sidorejo Kec. Sedan, hari Selasa (18 februaeri 2014) menggelar aksi demo di balai desa setempat. Mereka memprotes keputusan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang menunjuk H. Sholih sebagai pejabat sementara kepala desa. H. Sholih merupakan kepala desa Sidorejo sebelumnya, namun masa jabatan akan berakhir pada hari Kamis, 19 Februari 2014.

Massa berorasi di halaman balai desa, sambil membawa belasan poster tuntutan, diantaranya meminta transparansi pelelangan tanah bondho desa, pertanggungjawaban alokasi dana desa dan bantuan gabungan kelompok tani.

Mun’im, koordinator aksi menuturkan selama menjabat, Kades H. Sholih diduga melakukan berbagai penyimpangan. Ia heran kenapa ditunjuk lagi menjadi pejabat sementara atau PJ, pihaknya menuntut diganti personel lain, sesuai kesepakatan masyarakat. Bahkan kalau data data hasil investigasi sudah lengkap, warga juga berencana melaporkan dugaan penyelewengan ke aparat penegak hukum.

Ketua BPD desa Sidorejo, Muhammad Nizar mengakui mekanisme usulan PJ Kades menyalahi aturan, kemudian langsung ditindaklanjuti dengan pencabutan. Nizar menyampaikan permohonan maaf. Setelah itu BPD mengagendakan pemilihan ulang, hari Selasa.

Situasi yang semula ramai, berangsur angsur tenang, ketika tokoh ulama desa Sidorejo, KH Haizul Maali datang memberikan penjelasan. Ia menyarankan kalau bisa laporan kepada Pemkab Rembang dicabut saja, karena ibaratnya sehabis dicubit oleh Kades, justru warga membalas dengan menampar. Berdasarkan kitab suci Al Quran, semacam itu termasuk golongan orang dhzolim. Haizul mempersilahkan masalah diselesaikan lewat jalur musyawarah.

Kegiatan di balai desa Sidorejo mendapatkan penjagaan ketat aparat polisi dan TNI. Meski sering terdengar suara teriakan massa, namun secara umum situasi cukup terkendali. Kapolsek Sedan, AKP I Made Hartawan menjelaskan warga berdemo, tidak masalah. Asalkan ikut menjaga keamanan dan ketertiban. Usai pertemuan, akhirnya tokoh masyarakat desa Sidorejo sekaligus pensiunan pegawai negeri sipil, Muslih diusulkan menjadi PJ Kades. Muslih mendapatkan tugas tugas diantaranya membentuk tim investigasi, meluruskan struktur desa, menggunakan alokasi dana desa sesuai aturan dan menghidupkan kegiatan di desa. Muslih sanggup, asalkan masyarakat juga ikut mendukung.

Kades Sidorejo H. Sholih tidak hadir di balai desa. Rumahnya yang berjarak 100 meter sebelah utara balai desa, tampak terkunci rapat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *