Flash News
No posts found

Rembang Sulit Tetapkan Bebas Pasung, Penyebab?

Salah satu korban pemasungan di Kec. Kragan.

Salah satu korban pemasungan di Kec. Kragan.

Rembang – Kabupaten Rembang sulit menetapkan bebas pasung pada tahun 2014, karena menghadapi kendala penolakan dari pihak keluarga korban pemasungan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang, Ali Syofii menjelaskan sedikitnya ada 4 kasus penolakan, rata rata mereka sudah pasrah dan menganggap penyakit gangguan jiwa sulit disembuhkan, sehingga enggan melepaskan korban pemasungan, untuk berobat. Tentu kalau sudah seperti itu petugas tidak bisa memaksa, tapi perwakilan keluarga diminta menandatangani surat pernyataan.

Ali Syofii menambahkan pasien penderita gangguan jiwa dipasung atau dirantai, lantaran kalau kumat, rawan mengganggu warga lain dan melakukan pengrusakan. Metode pengobatannya, pasien dibawa ke rumah sakit jiwa (RSJ) Amino Gondokusumo Semarang selama sebulan. Keluarga tidak perlu mendampingi maupun memikirkan biaya, semua ditanggung pemerintah. Setelah dari Semarang, pasien melanjutkan rawat jalan di rumah sakit dr R Sutrasno Rembang. Kenyataannya sejumlah penderita gangguan jiwa mulai membaik, mencoba bergaul ke tengah masyarakat. Pemerintah ingin membebaskan korban pemasungan, karena cara tersebut dianggap kurang manusiawi.

Sementara itu, Kepala Desa Ringin Kec. Pamotan, Sohibuddin Tamimi menuturkan warganya ada yang pernah dirantai kakinya, lantaran mengidap gangguan jiwa.

Usai dirujuk dari rumah sakit jiwa melalui progam bebas pasung, kemudian kembali ke desa Ringin. Sempat membaik sebentar, namun belakangan kumat. Daripada membahayakan orang lain, akhirnya terpaksa dirantai lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *