Flash News
No posts found

Diduga Tercemar Politik Uang, Pemilihan BPD Minta Diulang

Logo Badan Permusyawaratan Desa BPD.

Logo Badan Permusyawaratan Desa BPD.

Kaliori – Pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Purworejo Kec. Kaliori menuai protes.

Sanyoto, salah satu warga desa setempat menganggap terjadi ketidakberesan dalam proses pemilihan. Yang pertama, desa Purworejo terdapat 9 RT, mustinya sesuai peraturan mempunyai jumlah anggota BPD sebanyak 7 orang, tetapi kenapa hanya ditunjuk 5 orang.

Kemudian saat pemilihan, Sanyoto menduga 3 orang diantaranya sudah dikondisikan oleh Kades, sedangkan 2 orang lainnya melalui suara terbanyak atau voting. Dalam forum, ia melancarkan protes, karena tidak ada mekanisme voting. Pemilihan anggota BPD seharusnya menggunakan sistem musyawarah mufakat. Namun protes tidak ditanggapi. Setelah menelusuri, ia justru menerima informasi adanya dugaan permainan politik uang, setiap pemberi suara dibayar Rp 50 ribu per orang, guna memenangkan calon tertentu.

Maka pada hari Kamis (20 Februari 2014), Sanyoto mengirimkan surat kepada Bupati, dengan tembusan sejumlah pihak terkait, meminta supaya pemilihan BPD desa Purworejo diulang.

Kepala Desa Purworejo Kec. Kaliori, Kasmiati melalui sambungan telefon menyatakan Kades tentu tidak mempunyai kewenangan menunjuk anggota BPD. Menurutnya semua sudah berdasarkan kesepakatan masyarakat. Soal tuduhan bagi bagi uang, Kasmiati mengaku tidak tahu menahu.

Kasmiati menambahkan 5 anggota BPD yang telah terpilih, akan tetap diusulkan kepada bupati.

Kalau belakangan muncul kekecewaan, ia sendiri kaget, lantaran merasa sudah sesuai dengan aturan Perda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *