Flash News
No posts found

Rutan Digeledah, Dari Belasan Silet Hingga Kartu Pers

Polisi menyisir di dekat lokasi sumur Rutan Rembang. (Gambar atas) temuan barang barang berbahaya di dalam tahanan.

Polisi menyisir di dekat lokasi sumur Rutan Rembang. (Gambar atas) temuan barang barang berbahaya di dalam tahanan.

Rembang – Aparat Polres Rembang, Jumat pagi (21 Februari 2014) menggelar razia di Rumah Tahanan Rembang. Apa saja temuan barang yang disita ?

40 an aparat kepolisian didampingi petugas Rutan, menggeledah satu per satu, 20 ruang tahanan. Bagian luar juga tidak luput dari sasaran pengecekan. Setelah diperiksa, 120 orang tahanan maupun narapidana langsung keluar dan berkumpul ke tengah lapangan Rutan. Dari jumlah itu, 12 orang diantaranya terlibat kasus Narkoba.

Petugas tidak menemukan narkotika dan obat obatan terlarang. Hanya belasan silet, mata dadu, kartu domino, potongan kayu, berbagai jenis obat, termasuk kartu pers diamankan.

Kepala Bagian Operasional Polres Rembang, Kompol Tri Wisnugroho menjelaskan razia tersebut untuk menekan pelanggaran pidana di dalam Rutan, sekaligus mewujudkan situasi kondusif menjelang Pemilu Legislatif pada bulan April mendatang.

Terkait temuan kartu domino dan mata dadu, pihak Rutan mengklaim tidak ada aktivitas perjudian, tapi diduga para penghuni sebatas iseng mengisi waktu. Sedangkan obat obatan, sebagian besar untuk mengatasi penyakit flu. Begitu pula silet, digunakan mencukur rambut dan kumis, bukan sebagai sarana tindak kekerasan.

Kepala Rumah Tahanan Rembang, Suyatno menganggap barang sitaan tidak begitu mencolok.

Saat memberikan pengarahan, ia kembali bertanya kepada para penghuni, ada yang masih menyembunyikan barang terlarang atau tidak ? mereka serempak menjawab tidak.

Suyatno menambahkan Rutan Rembang terus memperketat pengawasan penghuni dan pembesuk. Khusus pembesuk harus melalui tiga pintu pemeriksaan.

Kalau ternyata masih saja ada penghuni nekat melanggar, memasukkan barang terlarang, terancam menerima sanksi, mulai penghapusan jam besuk sampai dengan tidak diberi remisi atau potongan masa hukuman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *