Flash News
No posts found

Tahlil 100 Hari, Golput Bukan Gertak Sambal

Warga desa Tegaldowo Kec. Gunem saat aksi menolak rencana pembangunan pabrik semen, baru baru ini.

Warga desa Tegaldowo Kec. Gunem saat aksi menolak rencana pembangunan pabrik semen, baru baru ini.

Gunem – Sekira 300 an warga desa Tegaldowo, Suntri, Timbrangan dan sekitarnya, mulai Kamis malam (20 Februari 2014) menggelar kegiatan tahlil bersama di Masjid Tegaldowo Kec. Gunem. Melalui tahlil, mereka menganggap perasaan PT Semen Indonesia, Pemkab Rembang dan DPRD telah mati, lantaran rencana pembangunan pabrik semen tetap berjalan, meski menuai protes. Pembacaan tahlil akan berlangsung selama 100 hari.

Sunardi, salah satu warga desa Tegaldowo Kec. Gunem mengatakan beberapa kali massa berdemo, menentang pendirian pabrik, sampai sekarang belum mendapatkan tanggapan memuaskan. Maka tak heran jika massa berniat untuk tidak memilih alias Golput dalam Pemilu Legislatif nanti. Bukan sekedar gertak sambal, Sunardi menganggap buat apa memilih wakil rakyat, kalau sudah jadi, ternyata enggan memperjuangkan aspirasi.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang, Maftukin menyayangkan kalau warga di sekitar calon lokasi pembangunan pabrik semen akan Golput. Memang tidak memilih adalah hak, tapi ia mengingatkan bahwa satu suara sangat berharga untuk nasib bangsa kedepan.

Bukan hanya tanggung jawab penyelenggara Pemilu saja, untuk mendongkrak partisipasi pemilih, justru dalam kondisi seperti itu, Caleg diharapkan juga ikut turun ke Tegaldowo meyakinkan masyarakat, kelak sanggup mengemban amanah, begitu memperoleh kursi.

Sementara itu, Purnomo Sidi, seorang warga desa Timbrangan Kec. Gunem mengaku tetap mendukung pabrik semen, demi memajukan perekonomian masyarakat dan mengurangi angka pengangguran. Menurutnya, pro kontra ditengah masyarakat adalah sesuatu yang wajar.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam sesi wawancara dengan sejumlah wartawan mengaku kaget, begitu muncul penolakan. Selama ini laporan yang diterima, proses rencana pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia di Kec. Gunem – Rembang, lancar lancar saja. Bahkan investor sudah menetapkan tapak tanah untuk bangunan pabrik.

3 Komentar

  1. GARONK REMBANG

    prihatin melihat keadaaan ini.memang Pro kantra itu wajar tapi apapun aksi mereka selayaknya para pemimpin jangan alergi untuk turun ke Tegaldowo. Anggota Dewan yang terhormat kenapa nggak mengadakan aksi turun ke tegaldowo.. ibarat anak mereka butuh perhatian dari orang tuang yakni para pimpinan DPRD maupun Pemkab. ….. Rembang dalam krisis kepemimpinan yaach ini yang perlu segera dicari obat solusinya.Karena selama ini Nggak ada pemimpin yang yg bisa jadi panutan… …

  2. BERTRAND

    Kalo yg punya wilayah aja menolak jd ya trserah pribumi,,kalo diterusin berarti MERAMPOK HAK WARGA,,,,!!!!!!

  3. mas mantri

    Segala keluhan masyarakat itu baik, pemerintah yang bijak mengedepankan dampak baik-buruknya terhadap lingkungan, karena bencana itu datang karena pengelolahan sumber daya alam yang tidak berorientasi pada dampak kesinambungan lingkungan, jangan profit dan profit yang dikedepankan yang muaranya malah berdampak buruk. JANGAN MENINGGALKAN KESALAHAN BESAR PADA ANAK CUCU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *