Flash News
No posts found

Dikebut Takut Jatuh, Dipelankan Khawatir Jambret

Salah satu ruas jalan Rembang – Blora yang rusak. Lubang ditutupi dengan rambu bendera partai politik.

Salah satu ruas jalan Rembang – Blora yang rusak. Lubang ditutupi dengan rambu bendera partai politik.

Rembang – Kerusakan jalan provinsi antara kabupaten Rembang dengan Blora, terus menuai keluhan masyarakat. Banyaknya lubang lubang menganga, mengakibatkan arus lalu lintas kurang lancar. Bahkan sudah sering terjadi pengendara sepeda motor kecelakaan menghantam lubang.

Sulkhan, warga desa Sulang Kec. Sulang mengatakan pada siang hari, mungkin pengguna jalan masih sedikit leluasa. Tapi kalau malam, jarak pandang terbatas tentu sangat beresiko. Bisa saja memacu kendaraan dengan kecepatan rendah, tapi terkadang khawatir menjadi sasaran tindak kejahatan. Apalagi jalur Rembang – Blora, belakangan rawan perampasan motor. Sulkhan berharap perbaikan jalan dipercepat.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kab. Rembang, Rahardjo menjelaskan pemeliharaan jalan Rembang – Blora merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi Jawa Tengah.

Meski demikian pihaknya menampung banyak keluhan warga, setelah itu dilaporkan kepada instansi terkait.

Rahardjo mengaku disibukkan oleh kerusakan jalan kabupaten, setelah curah hujan tinggi, belakangan ini. Dana sekira Rp 32 miliar telah disiapkan, kemungkinan baru pada bulan Juli mendatang, pekerja mulai turun tangan.

Sementara itu, Abdul Aziz, anggota DPRD Jawa Tengah asal Lasem menuturkan beberapa kali mendorong DPU Provinsi Jawa Tengah menangani kerusakan ruas jalan Rembang – Blora. Ia sempat menerima jawaban, bulan Maret nanti akan diperbaiki, minimal penambalan lubang jalan bisa segera teratasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *