Flash News
No posts found

Puluhan Plat Nomor Truk Dicopot Paksa, Sopir Ke Mana ?

Tim gabungan merazia parkir truk di pinggir jalur Pantura Kaliori Rembang.

Tim gabungan merazia parkir truk di pinggir jalur Pantura Kaliori Rembang.

Lasem – Tim gabungan aparat kepolisian dan petugas Dishubkominfo Kab. Rembang, hari Sabtu (22 Februari 2014) menindak 34 kendaraan berat, karena melanggar aturan parkir di pinggir jalur Pantura Lasem dan Kaliori. Dari jumlah itu, 10 awak kendaraan langsung ditilang, sedangkan 24 unit lainnnya, petugas terpaksa mencopot plat nomornya, karena truk tronton dan trailer tersebut ditinggal sang sopir, pulang ke rumah.

Kaur Binops Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, Iptu Haryanto menuturkan jika nantinya awak kendaraan datang mengurus akan mengambil plat nomor, mereka baru ditilang. Truk tidak bisa diderek, karena selain bertonase puluhan ton, petugas juga kesulitan mencari lokasi lahan yang luas untuk memindahkan kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Kab. Rembang, Suyono mengatakan pangkalan truk milik pemerintah kabupaten di pinggir jalur Pantura desa Sendangasri merupakan solusi mengatasi parkir liar.

Tapi ia mengakui kondisi tanah pangkalan truk sering ambles, usai hujan deras dan beban muatan berat, sehingga menghambat keluar masuk kendaraan. Maka pihaknya mengusulkan dana sebesar Rp 18 miliar kepada Kementerian Perhubungan, untuk membeton pangkalan seluas 31 ribu meter persegi.

Suyono menambahkan begitu pangkalan truk Sendangasri siap 100 %, tidak ada alasan bagi awak truk parkir sembarangan, apalagi meninggalkan truk di pinggir jalan. Semua wajib masuk pangkalan. Ia optimis mampu menampung sekira 600 an unit truk.

Menurutnya sudah banyak korban kecelakaan, lantaran menabrak truk parkir di jalur Pantura. Kalau sopir tidak mematuhi seruan pemerintah, dikhawatirkan jumlah korban akan terus bertambah.

2 Komentar

  1. sri

    pangalan truk ambles?? Dana pambangunan pangkalan truknya brapa ya? sepertinya masyarakat belum lupa tentang besaranya anggaran pembangunan pangkalan truk. ada apa dan mengapa pangkalan truk kualitasnya buruk? bisa jadi seperti kasus yang ditangani dinas perhubungan yang lain yakni Kasus Bersih Ranjau. Ranjaunya saja tidak ada kok bisa-biisanya ada dar dor dar dor ditengah laut. terus yang bunyi dar dor dar dor itu petasan, dinamit apa ranjau bikinan baru??? bagaimana mereka bisa laporan pertanggungjawaban proyek kalo semua data dan kebenarannya lapangannya berbeda!! JAMAN EDAN KOYO PEJABATE DONG EDAN!

  2. BERTRAND

    (sri),,betul,,betul,,betuuuuuulll,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *