Flash News
No posts found

Tambang Bermasalah, 4 Truk Diamankan

Empat unit dump truk diamankan ke Mapolres Rembang.

Empat unit dump truk diamankan ke Mapolres Rembang.

Sluke – Polres Rembang mengamankan 4 unit dump truk dan memasang garis polisi pada alat berat, di lokasi pengambilan tanah uruk desa Langgar Kec. Sluke. Hari Minggu (23 Februari 2014), keempat truk lengkap dengan muatan tanah, masih berada di halaman Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang. Lokasi yang digrebek polisi, selama ini dikelola oleh Ahmad Syahroni, warga desa Blimbing Kec. Sluke.

Upaya aparat kepolisian tersebut sempat mengagetkan pihak desa Langgar. Kepala Desa Langgar Kec. Sluke, Suharno membenarkan sejak awal beroperasi sekira bulan Oktober 2013, memang dirinya mengeluarkan surat keterangan untuk pemerataan tanah permukiman, bukan untuk penambangan tanah uruk. Itupun setelah warga sekitar setuju. Tapi Suharno sama sekali tidak mengira kalau akhirnya berurusan dengan aparat kepolisian.

Camat Sluke, Mardiyanto menyesalkan peristiwa tersebut. Ia mengarahkan dalam pertambangan, aturan sudah jelas. Mulai izin lingkungan maupun izin dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral, sebaiknya diselesaikan dulu, supaya tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

Kepala Bidang Mineral Dinas ESDM Kab. Rembang, Biyantoro menuturkan semula pengelola usaha tanah uruk mengantongi surat keterangan sementara, tapi hal itu tidak bisa dijadikan dasar penambangan, lantaran dibatasi waktu hanya 30 hari. Begitu habis, mustinya pengelola mengajukan izin baru.

Saat menerima informasi aktivitas penambangan masih terus berjalan, petugas Dinas ESDM sempat datang ke desa Langgar. Sayangnya gagal bertemu dengan pemilik tambang. Hingga kemudian berujung pada penggrebekan aparat Polres Rembang.

Sampai Minggu siang, pengelola tambang tanah uruk belum bisa dikonfirmasi. Hanya saja Biyantoro menimpali sudah kedatangan seseorang mengaku dari perwakilan tambang, menyatakan siap mengurus perizinan.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Joko Santoso melalui pesan pendek sms membenarkan menangani kasus tambang tanah uruk liar di desa Langgar Kec. Sluke. Tapi Joko enggan memperinci, apakah sudah menetapkan tersangka pelaku atau belum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *