Flash News
No posts found

Tiga Nelayan Tertangkap, Langsung Diultimatum

Jaring cothok dikeluarkan dari mobil petugas. (Gambar atas) tiga nelayan diinterogasi Komandan Pos AL Rembang.

Jaring cothok dikeluarkan dari mobil petugas. (Gambar atas) tiga nelayan diinterogasi Komandan Pos AL Rembang.

Sarang – Petugas Pos TNI Angkatan Laut Rembang, Selasa pagi (25 Februari 2014) mengamankan tiga orang nelayan yang kepergok menggunakan alat tangkap terlarang, berupa jaring cothok. Mereka tertangkap di perairan sebelah utara desa Sendangmulyo Kec. Sarang, masing masing Kaswari (60 tahun) dan Masngut, warga desa Karangmangu Kec. Sarang serta Kaemi, warga desa Sarangmeduro Kec. sarang.

Para nelayan langsung dibawa ke Pos Angkatan Laut Tasikagung Rembang. Salah satu nelayan, Kaemi beralasan terpaksa menggunakan jaring cothok, karena harganya murah hanya Rp 300 ribu dan mudah memperoleh hasil tangkapan ikan. Kalau harus memakai alat tangkap lain, Kaemi merasa keberatan.

Ketua KUD Misoyo Mardi Mino Sarang, Sodiqin Yasir dan perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kab. Rembang, Nurwakhid mendatangi Pos AL Rembang. Sodiqin bahkan sempat memberikan pengarahan kepada ketiga nelayan, bahwa jaring cothok rawan mengeruk ikan dan udang besar kecil, sehingga merusak ekosistem laut. Kalau seperti itu dilanjutkan terus menerus, ia khawatir anak cucu kelak akan semakin sulit mencari ikan.

Komandan Pos Angkatan Laut Rembang, Letda Hartono menjelaskan pihaknya bersama Dinas Kelautan Dan Perikanan merancang solusi, agar nelayan yang meninggalkan cothok bisa tetap bekerja. Salah satunya melalui pengadaan jaring gondrong, per unit seharga Rp 5 jutaan.

Ia mempersilahkan nelayan membentuk kelompok, kemudian mengusulkan bantuan jaring gondrong. Tentu akan disalurkan bertahap, sesuai kesiapan anggaran. Menurutnya jaring gondrong lebih ramah lingkungan.

Letda Hartono menambahkan tiga nelayan disodori surat pernyataan, tidak akan mengoperasikan jaring cothok lagi. Jika nekat mengulangi, siap diproses hukum. Mendengar ultimatum itu, para nelayan mengaku siap. Setelah membubuhkan tanda tangan, akhirnya nelayan dilepas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *