Flash News
No posts found

Kantor Notaris Digeruduk, Terlibat Kejar Kejaran

Warga menempelkan tulisan di pintu kantor notaris Tjahjono Santoso. (Gambar atas) Warga menghadang Tjahjono (helm baju putih) di tengah jalan, sehingga menyedot perhatian masyarakat sekitar.

Warga menempelkan tulisan di pintu kantor notaris Tjahjono Santoso. (Gambar atas) Warga menghadang Tjahjono (helm baju putih) di tengah jalan, sehingga menyedot perhatian masyarakat sekitar.

Rembang – Sejumlah orang Jumat pagi (28 Februari 2014) menggeruduk kantor hukum dan jasa, notaris Tjahjono Santoso SH di kompleks pertokoan dusun Grajen desa Sumberejo Jl KS Tubun Rembang.

Mereka mengaku ingin menagih janji penyelesaian pengurusan balik nama sertifikat maupun perpanjangan hak guna bangunan yang tidak jelas nasibnya, padahal sudah mengeluarkan uang puluhan juta rupiah. Saat warga datang, secara kebetulan Tjahjono berada di depan Ruko. Ia sempat dikejar kejar, sehingga harus menyelamatkan diri ke dalam rumah penduduk.

Seorang warga yang sempat berurusan dengan Tjahjono, Sunarto mengatakan nominal pembayaran uang setiap orang berbeda beda, tergantung luas dan posisi tanah. Ada yang menyerahkan Rp 27 juta, bahkan ada pula yang sampai Rp 83 juta. Pihaknya berulang kali menagih, tetapi Tjahjono selalu mengulur ulur waktu. Ia menganggap jalur kekeluargaan telah mentok, maka polisi perlu segera turun tangan, sebelum jumlah korban bertambah. Sunarto menimpali dulu saat buka kantor di Jl Dr Wahidin Rembang, rekam jejak Tjahjono sebenarnya cukup bagus, entah kenapa belakangan semakin tidak karuan.

Hal senada diungkapkan Gunawan Widjaja, warga Jl Kartini Rembang. Semula ia menyerahkan dua buah sertifikat kepada notaris Tjahjono, untuk mengurus perpanjangan hak guna bangunan dan pemecahan tanah. Ia sudah mengeluarkan ongkos Rp 27,5 juta, sejak periode April – Mei 2013. Tapi belum juga beres, sehingga Gunawan meminta kembali sertifikatnya. Ia juga melapor ke Polsek Rembang Kota, agar dimediasi. Terakhir kali Tjahjono menandatangani surat pernyataan, siap melunasi pada tanggal 04 Meret 2014. Kalau sampai ingkar lagi, Gunawan menganggap proses hukum menjadi langkah terbaik.

Kepada Reporter R2B, Tjahjono Santoso berdalih tidak bermaksud melakukan penipuan. Namun mengakui uang setoran dipakai dulu untuk biaya operasi isterinya. TJahjono berjanji siap menyelesaikan.

Usai kejadian tersebut, sepeda motor Yamaha Mio milik Tjahjono tertinggal di depan Ruko. Motor selanjutnya diamankan oleh aparat Polsek Rembang Kota.

Kapolsek Rembang Kota, AKP Suhaendi Tirta menuturkan pihaknya telah membantu mempertemukan kedua belah pihak, antara pelapor dan terlapor. Ia menghimbau warga yang mengaku menjadi korban, jangan melakukan kekerasan. Lebih baik ditangani melalui proses hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *