Flash News
No posts found

Gelombang Korban Semakin Banyak, Dari Warga Biasa Hingga Purn. TNI

Seorang wanita menunjukkan kwitansi pembayaran Rp 750 ribu. (Gambar atas) warga lain membawa kwitansi bermaterai, telah membayar Tjahjono Rp 27,5 juta.

Seorang wanita menunjukkan kwitansi pembayaran Rp 750 ribu. (Gambar atas) warga lain membawa kwitansi bermaterai, telah membayar Tjahjono Rp 27,5 juta.

Rembang – Gelombang warga yang mendatangi kantor notaris Tjahjono Santoso di Jl KS Tubun dusun Grajen desa Sumberejo Rembang, hari Sabtu (01 Maret 2014) semakin banyak. Mereka tiba silih berganti, dengan mengendarai sepeda motor. Begitu mengetahui kantor tertutup rapat, akhirnya terpaksa harus kembali dengan tangan hampa. Sebelumnya warga mengurus sertifikat maupun balik nama sertifikat kepada Tjahjono Santoso, tapi tidak beres.

Salah satunya Joko Budoyo, purnawirawan anggota TNI asal desa Kabongan Kidul Rembang. Kala itu pada bulan April tahun 2013 usai membeli sebidang tanah, bermaksud mengurus sertifikat. Ia meminta bantuan notaris Tjahjono dengan mengeluarkan biaya Rp 15 juta lebih. Tiga bulan tidak diadakan pengukuran, Joko mencoba menanyakan kelanjutannya. Tapi Tjahjono terus terusan berjanji, hingga kemudian bulan September lalu, persyaratan mengurus sertifikat dicabut, karena bosan menunggu. Sedangkan uang pembayaran, sampai hari Sabtu (01 Maret 2014) belum dikembalikan sepeserpun.

Hal senada diungkapkan Dian, seorang wanita pegawai developer perumahan di Rembang. Ia dimintai tolong salah satu warga untuk mengurus balik nama sertifikat. Uang yang disetor ke Tjahjono tidak terlalu besar, yakni Rp 750 ribu.

Tapi dirinya merasa tidak enak, karena mendapatkan amanah dari pemohon balik nama sertifikat. Sabtu pagi saat akan menagih hutang, ternyata kantor Tjahjono Santoso tutup. Setelah itu beralih menuju rumah kontrakannya Tjahjono di depan makam Krapyak Rembang. Namun sayang, lagi lagi tidak membuahkan hasil.

Warga belakangan merasa tertipu terhadap praktek Tjahjono Santoso, seraya berharap polisi cepat menangkap yang bersangkutan.

Tjahjono sendiri berdalih uang dipinjam untuk biaya operasi isterinya. Ia juga ngotot tidak melakukan penipuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *