Flash News
No posts found

Protes, Pemilihan Komite Diwarnai Walk Out

Pintu masuk SMPN I Sumber.

Pintu masuk SMPN I Sumber.

Sumber – Pemilihan komite sekolah di SMPN I Sumber, hari Sabtu (01 Maret 2014) menuai protes.

Gunanto, salah satu wali murid yang hadir dalam kegiatan tersebut mengira akan berlangsung proses pemilihan ketua dan anggota komite sekolah secara terbuka dan demokratis. Tapi dugaannya meleset, ternyata pengurus komite sekolah sudah ditetapkan semua, tinggal pengesahan. Muncul nama Margono, warga desa Sekarsari Kec. Sumber sebagai calon ketua komite. Tentu saja ia menolak, karena hal itu melanggar Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional.

Gunanto sempat meminta kepada pimpinan forum, supaya pemilihan komite sekolah disepakati berdasarkan mufakat 400 an orang tua/wali murid yang hadir. Bisa saja membuat tim formatur dulu, kemudian baru membahas pemilihan pengurus. Lantaran tidak ditanggapi, dirinya memilih keluar ruangan sebelum acara selesai.

Kepala Sekolah SMPN I Sumber, Heriyanto menanggapi bahwa masa bhakti kepengurusan komite sekolah lama sudah habis. Ia menyarankan dari perwakilan guru yang duduk di dalam komite dan pengurus lama, untuk menominasikan calon pengurus, dengan mempertimbangkan perwakilan desa dan latar belakang profesi. Nama nama tersebut disampaikan dalam pertemuan. Kalau belakangan muncul ketidakpuasan, sekolah membuka diri menampung sejumlah nama lain. Sama sekali tidak bermaksud diam diam, yang terpenting komite sekolah bisa diajak bersama sama memajukan SMPN I Sumber.

Heriyanto menambahkan susunan pengurus komite sekolah belum ada pengesahan. Menurut rencana pihaknya akan mengundang lagi, calon pengurus dan perwakilan orang tua/wali murid, untuk membicarakan langkah selanjutnya. Sesuai aturan, masa bhakti komite sekolah selama dua tahun. Ia berterima kasih atas kritikan, demi perbaikan kedepan.

3 Komentar

  1. Forum Penegak Demokrasi

    Yang Terhormat Bapak Margono ini sangat dekat dengan Yang Mulia Wakil Bupati Abdul Hafid lho

  2. GARONK REMBANG

    haaaalaaaah ni kan soal pembentukan komite aja kok yaaa ribuutt.yaa kan ada sila ke empat dari pancasila Permusyawaratan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permuyawaratan/perwakilan, Bapak Bapak yang terhormat sudah jelas ada dasarnya itu kok yoo ditinggal .Sudah tahu semua apa makna sila ke empat Bapak-bapak opo ancen gelar SPd. MPd do tinggo nggolek pangkat karo sertifikasi .opo ancen jabatan kepala sekolah memang diberikan sehingga yang memberikan bisa menekan atau memberikan pesanan politik untuk kepentingan seseorang .semua sudah tahu Memang kemerostan bangsa ini karena sudah menganggap pancasila sebagai hiasan dinding.tujuan komite sekolah untuk tujuan mendidik putra putri kita agar belajarnya majuuuuuuu… heheehehee ni sekolah kok dipakai ajang …ribuut….Apa sekarang Guru tidak lagi digugu dan ditiruu…. yaaa ..Guru tugasnya hanya mengajar tidak lagi mendidik…..

  3. irawan

    gliiing.. komen ,blarak2 gak mutu alias gak nyambung. mbok sing mutu ngono lho ah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *