Flash News
No posts found

Bermasalah, Tolak Perpanjangan Sewa Ruko

Sejumlah warga berada di depan kantor notaris Tjahjono Santoso yang kini tutup. Salah satunya pemilik Ruko, Salugu Haryono (kiri).

Sejumlah warga berada di depan kantor notaris Tjahjono Santoso yang kini tutup. Salah satunya pemilik Ruko, Salugu Haryono (kiri).

Rembang – Masalah yang membelit notaris Tjahjono Santoso, mau tidak mau juga merepotkan Salugu Haryono, seorang warga desa Sumberejo Rembang. Salugu adalah pemilik Ruko yang menjadi tempat Tjahjono Santoso membuka kantor hukum dan jasa.

Salugu menceritakan setelah pindah dari kantor lama di Jl Dr Wahidin Rembang, Tjahjono menyewa dua rukonya selama setahun, sejak bulan Juni 2013 lalu. Sama sekali tidak mengira akan muncul masalah. Tanda tanda itu mulai terasa, karena pembayaran uang sewa tidak begitu lancar, meski belakangan lunas. Tapi kalau bulan Juni nanti masa kontrak habis, dirinya menolak kalau akan diperpanjang lagi. Alasannya untuk mengantisipasi, jangan sampai dituding membantu memfasilitasi kegiatan notaris yang ternyata banyak mengecewakan masyarakat.

Salugu menambahkan ia sendiri juga pernah nyaris menjadi korban Tjahjono, dalam pengurusan sertifikat. Beruntung kala itu uangnya senilai hampir Rp 2 juta, bisa dikembalikan.

Tapi pria paruh baya ini merasa prihatin, manakala Rukonya silih berganti didatangi orang dari berbagai desa, akan menagih hutang. Bahkan pernah pula ada yang nekat menggedor gedor pintu toko, karena jengkel, gagal bertemu Tjahjono. Begitu mendengar suara gaduh, Salugu mengaku terpaksa keluar rumah, ikut menjelaskan duduk perkaranya.

Di dalam dua unit Ruko kantor Tjahjono, sekarang hanya tersisa tempat sampah. Pasalnya sebagian besar barang barang, termasuk meja kursi sudah dikuras oleh salah satu warga yang menghendaki kompensasi, setelah hutang tak terbayar.

Penasehat hukum Tjahjono Santoso, Darmawan Budiharto menyerahkan kepada para korban, akan menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan atau menempuh jalur hukum.

Sebagaimana kami beritakan sebelumnya, sejumlah warga menggeruduk kantor notaris Tjahjono Santoso, di Jl KS Tubun dusun Grajen desa Sumberejo Rembang. Mereka semula mengurus sertifikat, balik nama sertifikat maupun perpanjangan hak guna bangunan, dengan menyerahkan uang antara ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah. Pengururusan tak beres, sedangkan uangnya diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Tjahjono. Tjahjono beralasan tak bermaksud menipu, tetapi uang dipinjam dulu, guna biaya operasi isterinya.

1 Komentar

  1. berita rembang

    nuruan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *