Flash News
No posts found

Tanpa Proyek Percontohan, Susah Pengaruhi Petani

Seorang petani di desa Japeledok Kec. Pancur menebar pupuk urea.

Seorang petani di desa Japeledok Kec. Pancur menebar pupuk urea.

Rembang – Pemerintah kabupaten Rembang terus mendorong para petani untuk menggunakan pupuk organik, karena selama ini penyerapannya masih rendah.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Rembang, Sukandar mengaku khawatir kondisi tanah persawahan akan semakin keras, kalau petani terus terusan mengandalkan pupuk kimia, salah satunya urea. Ia berharap camat ikut turun tangan, berkoordinasi dengan petugas penyuluh, secara pelan pelan merubah kebiasaan petani.

Sukandar mengingatkan kuota urea bersubsidi dari tahun ke tahun menurun. Padahal urea tidak hanya untuk tanaman padi saja, perkebunan tebu di kabupaten Rembang, seluas 8 ribuan hektar, juga ikut membutuhkan. Petani musti memperbanyak pemakaian pupuk organik, supaya pada masa mendatang tidak kebingungan sendiri.

Berdasarkan data di Dinas Pertanian Dan Kehutanan, kebutuhan pupuk organik selama tahun 2013 lalu mencapai 6.356 ton. Terbanyak di kecamatan Sumber 968 ton, paling sedikit Kec. Lasem 90 ton. Untuk Urea, dari total jatah 16.578 ton, penyerapan paling besar Kec. Bulu 1.683 ton, sedangkan paling kecil Kec. Lasem 346 ton.

Seorang petani di desa Dadapan Kec. Sedan, Zuber Utsman mengaku sejak tahun 1986 hingga sekarang, selalu memanfaatkan pupuk organik berbahan kotoran ternak, karena tanah menjadi subur dan teksturnya gembur. Menurutnya, kondisi tanaman tetap bagus. Ia enggan menabur pupuk kimia, selain tidak ramah lingkungan, hal itu juga memberatkan petani kecil.

Zuber menimpali petani baru akan percaya kemanjuran pupuk organik, kalau mengetahui langsung hasilnya. Maka pemerintah perlu membuat semacam proyek percontohan, semisal satu hektar padi menggunakan pupuk kimia, sementara satu hektar lainnya diberi pupuk organik. Dalam beberapa tahun, diamati saja, mana yang lebih unggul. Jika sebatas sosialisasi, menurutnya sulit merubah keyakinan petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *