Flash News
No posts found

Serba Ketat, Dugaan Penyimpangan 2013 Dikantongi

Sejumlah calon penerima dana hibah menunggu di depan ruangan Bagian Kesra Pemkab Rembang, Senin pagi.

Sejumlah calon penerima dana hibah menunggu di depan ruangan Bagian Kesra Pemkab Rembang, Senin pagi.

Rembang – Pemerintah kabupaten Rembang memperketat penyaluran dana hibah untuk masyarakat.

Hari Senin (03 Maret 3014) misalnya, 10 – 15 orang calon penerima dana hibah dipanggil ke Bagian Kesra Pemkab Rembang, untuk dimintai klarifikasi.

Kepala Bagian Kesra, Abdullah menjelaskan sebelumnya mereka telah mengajukan proposal bantuan, kebanyakan dari kepanitiaan pembangunan masjid, mushola maupun lembaga keagamaan.

Calon penerima dicek ulang, meliputi susunan kepanitiaan, rencana pemakaian anggaran maupun syarat syarat pendukung lain. Pihaknya harus berhati hati, untuk menghindari penerima fiktif. Kalau sudah valid, dana baru bisa dicairkan.

Abdullah menambahkan usulan dana hibah biasanya akan dimasukkan ke dalam APBD induk dan perubahan. Jika baru masuk pertengahan tahun ini, maka pengajuan baru bisa diproses melalui APBD induk tahun 2015. Ia mengakui jumlah pemohon memang sangat banyak. Di Bagian Kesra, tahun 2014 penyaluran dana hibah sebanyak 442 kegiatan dengan anggaran Rp 14,3 miliar, sedangkan dana bantuan sosial hanya 4 kegiatan, senilai Rp 524 juta. Bukan hanya Kesra, sejumlah dinas – instansi lain, juga ikut menggelontorkan dana hibah dan Bansos.

Sementara itu, Bambang Wahyu Widodo, dari Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) Rembang, mengaku pihaknya menemukan dugaan kelompok penerima fiktif dana hibah dan bantuan sosial tahun 2013. Beberapa satuan kerja perangkat daerah, kini masuk dalam catatannya. Data awal telah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri setempat.

Kalau Pemkab Rembang tidak selektif, Bambang khawatir kasus serupa akan terulang kembali. Apalagi fungsi pengawasan dari DPRD belum maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *