Flash News
No posts found

Karier Dihabisi, Kini Jadi Saksi Kunci

Mantan Kabag Keuangan Pemkab Rembang, Maskuri.

Mantan Kabag Keuangan Pemkab Rembang, Maskuri.

Rembang – Siapa tokoh yang dianggap menjadi salah satu saksi kunci, dalam sidang dakwaan korupsi Bupati Rembang Moch. Salim, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang ?

Ia adalah Maskuri (52 tahun), mantan Kepala Bagian Keuangan Pemkab Rembang. Maskuri cukup lama menjabat Kabag Keuangan, semasa pemerintahan Bupati Hendarsono. Setelah bupati berganti Moch. Salim, Maskuri yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan rumah orang tua Salim di desa Tasikagung Rembang itu, masih sempat bertahan sebagai Kabag Keuangan.

Pada tahun 2006, saat dana tak tersangka yang mustinya menjadi dana penanganan bencana alam dikucurkan untuk modal PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ), Maskuri menyatakan beberapa kali mengingatkan Bupati, agar tidak meneruskan rencana tersebut. Sayangnya Moch. Salim tetap ngotot memerintahkan pencairan dana Rp 25 miliar. Tahun 2007, Maskuri dimutasi menjadi Kabag Tata Usaha Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, sehingga tidak tahu proses pencairan dana tahap kedua sebesar Rp 10 miliar kepada PT RBSJ.

Tak berselang lama, Maskuri mendadak ditetapkan sebagai tersangka oleh Polwil Pati, karena dianggap ikut bertanggung jawab dalam kasus penggelapan dana Bank Pasar. Maskuri menjalani masa hukuman selama 30 bulan. Begitu bebas, kariernya di korps pegawai negeri sipil seakan akan langsung dihabisi melalui pemberhentian tidak dengan hormat.

Pria yang selalu berpenampilan sederhana ini, sekarang mempunyai “pekerjaan” baru, rutin menjadi saksi sidang kasusnya Imam Sudjono, rekanan PT RBSJ, Siswadi mantan Dirut PT RBSJ dan belakangan termasuk salah satu saksi yang bisa memberatkan Bupati Moch. Salim. Ia mengaku tidak masalah bolak balik Rembang – Semarang. Menurutnya semua demi menegakkan kebenaran.

Saat sidang pembacaan eksepsi terdakwa, Bupati Rembang Moch. Salim menuding hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan tidak akuntabel. Kala itu usai audit, BPK tiba tiba menyimpulkan laporan hasil pemeriksaan kerugian negara sebesar Rp 5,5 miliar, dalam pengelolaan dana PT RBSJ, tanpa meminta konfirmasi sekalipun. Menurutnya pengeluaran keuangan PT RBSJ, bisa dipertanggungjawabkan. Salim menimpali keberadaan perusahaan mendatangkan keuntungan daerah, ia membantah keras terjadi korupsi.

Hari Selasa (04 Maret 2014), Bupati Rembang Moch. Salim kembali menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, dengan agenda tanggapan jaksa penuntut umum atas eksepsi terdakwa. Sidang akan dilanjutkan Selasa pekan depan.

Moch. Salim sebelumnya didakwa terlibat korupsi pengadaan lahan untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) PT RBSJ di pinggir jalur Pantura desa Tireman Rembang dan keuntungan penjualan BBM SPBU, yang merugikan negara sebesar Rp 4,1 miliar.

2 Komentar

  1. paijo

    Aq ketoke kok tau ketemu wong iku….
    Maju terus Pak Maskuri, bongkar borok-borok pejabat rembang sing nakal…
    Mugo-mugo Gusti Alloh tansag paring aman selamet lancar barokah…Amiin

  2. BERTRAND

    Ayo bos ganti habisi aja,,!!!!!!wkwkwkwkwkwkwkwkwk,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *