Flash News
No posts found

Pabrik Pakan Lele Beroperasi, Warga Terganggu Bau Busuk

Suasana pabrik pembuatan pakan lele di dusun Pendem desa Gunungsari. Hasil penggilingan dijemur.

Suasana pabrik pembuatan pakan lele di dusun Pendem desa Gunungsari. Hasil penggilingan dijemur.

Kaliori – Keberadaan pabrik penggilingan ikan dan telur busuk untuk pakan ikan lele di dusun Pendem desa Gunungsari Kec. Kaliori, tepatnya sebelah barat lapangan sepak bola Jeruk, menuai keluhan warga. Dari lokasi pabrik tersebut menimbulkan bau busuk menyengat, apalagi ketika angin berhembus kencang.

Sejumlah pemilik warung di dekat lapangan Jeruk mengaku para pembeli yang mampir ke warung sering mengeluhkan bau busuk. Bahkan ada pula yang mengira bau busuk berasal dari masakan yang tidak higienis. Surat, seorang pemilik warung mengaku enggan protes, lantaran sungkan dengan pengelola pabrik penggilingan pakan lele.

Kepala Dusun Pendem, Temu mengatakan sejauh ini memang belum ada laporan resmi kepada pemerintah desa. Ia menyarankan usaha pembuatan pakan lele tetap berjalan, tetapi harus dimusyawarahkan bagaimana solusinya, untuk mengurangi dampak bau busuk, agar kedepan tidak mengganggu lingkungan sekitar. Bagaimanapun pemilik pabrik sering membantu warga setempat, terutama menyalurkan air bersih pada saat kekeringan.

Salah satu pekerja pabrik penggilingan pakan lele, Syamsul mengakui bau busuk rawan meluas, seusai turun hujan. Tapi kalau cuaca panas, tidaklah seberapa. Pakan lele selama ini dipakai untuk kolam sendiri, bukan dipasarkan. Meski demikian, ia berjanji akan meneruskan keluhan tersebut ke pemilik pabrik, Sukir warga desa Waru, agar ditindaklanjuti.

Masalah polusi bau, tidak hanya terjadi di dusun Pendem saja. Beberapa waktu lalu, pihak sekolah SMPN 4 Rembang, pinggir jalur Pantura desa Tritunggal Rembang, juga pernah memprotes pemilik pabrik penggilingan ikan dan telur busuk di sebelah selatan sekolah.

Kala itu siswa dan guru sampai muntah muntah, sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar. Perwakilan sekolah dan pemilik usaha kemudian bertemu, untuk membicarakan solusi terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *