Flash News
No posts found

Papan Kantor Minta Dicopot, Kasus Berlanjut Ke Ranah Hukum

Papan nama di kantor Tjahjono Santoso.

Papan nama di kantor Tjahjono Santoso.

Rembang – Pihak Kepolisian Sektor Rembang Kota menyarankan kepada notaris Tjahjono Santoso yang sempat membuka kantor di Jl KS Tubun dusun Grajen desa Sumberejo Rembang, untuk mencopot papan nama kantor hukum dan jasa Tjahjono Santoso, kalau memang sudah tidak mengantongi perpanjangan izin operasional.

Kapolsek Rembang Kota, AKP Suhaendi Tirta menjelaskan cara tersebut untuk mencegah jangan sampai masyarakat yang tertipu semakin banyak. Apalagi setelah ada laporan, sejumlah warga menyetorkan uang ratusan ribu hingga puluhan juta ruipiah, untuk mengurus sertifikat, balik nama sertifikat maupun perpanjangan hak guna bangunan. Namun belakangan uangnya diduga digunakan Tjahjono Santoso, sedangkan tugas tugas pengurusan serba tidak jelas.

Kalau papan nama masih terpasang, masyarakat pasti tahunya ada praktek notaris. Polisi tidak berwenang melepas papan nama, ia menyerahkan iktikad baik yang bersangkutan.

AKP Suhaendi Tirta menambahkan salah satu korban yang resmi melapor ke Polsek Rembang Kota adalah Gunawan Widjaja, pemilik toko 61 Jl Kartini Rembang. Gunawan mengaku membayar uang Rp 27,5 juta, tapi pemecahan tanah dan hak guna bangunan yang diurus terhenti. Korban maupun Tjahjono kembali berembug untuk terakhir kali, Selasa siang. Tapi mediasi gagal lagi, kasus akhirnya berlanjut ke ranah hukum.

Pengacara Darmawan Budiharto yang mendampingi Tjahjono Santoso mengakui izin membuka praktek notaris sudah tidak dikantongi lagi oleh Tjahjono, karena sesuai aturan batasan seorang notaris, berusia maksimal 65 tahun. Sementara Tjahjono sekarang, berumur 65 tahun lebih. Tjahjono nekat menerima berkas permohonan dari warga, hanya sebagai perantara, setelah itu berkas dilimpahkan kepada notaris lain yang masih aktif.

Darmawan menambahkan tetap mendampingi Tjahjono, meski merasa tidak enak dengan sejumlah korban. Apalagi Tjahjono kembali menyatakan belum sanggup mengembalikan uang. Hal itu semata mata karena sudah lama kenal baik dengan Tjahjono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *