Flash News
No posts found

Ribuan TPS Kategori Rawan, Alasan Kapolda?

Pasukan Dalmas Polres Rembang menghalau “massa” dalam kegiatan simulasi di lapangan dusun Rumbutmalang.

Pasukan Dalmas Polres Rembang menghalau “massa” dalam kegiatan simulasi di lapangan dusun Rumbutmalang.

Rembang – Sekira dua ribuan tempat pemungutan suara (TPS) di provinsi Jawa Tengah, termasuk kategori rawan. Sedangkan 75 ribuan TPS lainnya dianggap aman.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Dwi Priyatno saat memantau persiapan Pemilu Legislatif di Rembang, hari Kamis (06 Maret 2014) mengatakan TPS rawan menyebar di hampir semua kabupaten dan kota. Salah satu pertimbangannya karena letak geografis yang jauh dari pusat daerah, seperti Pulau Karimunjawa Jepara dan Pulau Nusakambangan Cilacap. Tentu kedepan perlu prioritas pengamanan, sehingga potensi sekecil apapun yang bisa berakibat kisruh, cepat diatasi.

Dwi Priyatno menambahkan pihaknya sudah memantau kesiapan anggota polisi di Jawa Tengah. Seluruh persenjataan dilengkapi, untuk mengantisipasi gangguan keamanan. Sekira 23 ribu orang anggota polisi disiapkan, dalam pengamanan Pemilu Legislatif yang diberi nama sandi Operasi Mantap Brata. Tapi menurutnya sejauh ini belum ada peristiwa mencolok, secara umum kondusif. Tindak kriminalitas yang muncul, juga masih sebatas kejahatan konvensional, seperti pencurian dan perampokan. Itupun data angka kriminalitas dari tahun 2012 ke 2013 menurun 11,7 %.

Kamis siang, gabungan TNI – Polisi menggelar simulasi pengamanan kota di lapangan dusun Rumbutmalang dekat Gedung Haji Rembang. Mereka memperagakan demo memprotes hasil Pemilu Legislatif 2014. Pasukan pengendali massa kemudian turun menghalau peserta aksi yang anarkis. Sejumlah tahapan dilewati, mulai pendekatan kepada koordinator massa, hingga tembakan gas air mata.

Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Kurniawan mengatakan latihan tersebut untuk memantapkan kemampuan aparat keamanan menghadapi demo anarkis.

Sementara itu Sekretaris Daerah Rembang, Hamzah Fathoni berharap anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) aktif melaporkan perkembangan desa kepada aparat terkait, seperti petugas Babinsa dan Babinkamtibmas. Posisi Linmas cukup strategis, karena sering berhadapan langsung dengan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *