Flash News
No posts found

Peminat Membludak, Minta Belas Kasihan

Ngaisah (kiri) mendatangi gudang logistik KPU desa Sawahan, minta dipekerjakan sebagai tenaga pelipat surat suara.

Ngaisah (kiri) mendatangi gudang logistik KPU desa Sawahan, minta dipekerjakan sebagai tenaga pelipat surat suara.

Rembang – Petugas piket dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Rembang, kewalahan menerima kedatangan warga yang ngotot ingin dipekerjakan sebagai tenaga pelipatan surat suara Pemilu Legislatif 2014.

Pada hari Jumat (07 Maret 2014) sejumlah wanita nekat mendatangi gudang logistik Pemilu desa Sawahan, kemudian langsung masuk menemui staf Sekretariat KPU.

Ngaisah, salah satunya. Ia membawa KTP elektronik, untuk menunjukkan bahwa benar benar warga desa Sawahan, rumahnya berada di belakang gudang logistik. Berulang kali Ngaisah meminta belas kasihan petugas, agar diperbolehkan ikut melipat surat suara, untuk kebutuhan membayar biaya praktek sekolah anaknya yang duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kalau mampu melipat 1.000 surat suara, lumayan bisa memperoleh bayaran Rp 100 ribu.

Tapi petugas piket dari KPU mengaku enggan menyetujui atau menolak, karena tidak berkapasitas untuk menjawab. Mereka hanya diberi tugas mencatat absen dan tanda tangan pekerja pelipatan surat suara, mencatat jumlah surat suara yang selesai dilipat, kemudian menyimpan surat suara rusak.

Salah satu staf KPU Rembang, Muhammad Yusuf Hartono menuturkan kalau didatangi warga meminta pekerjaan, secara pribadi merasa tidak tega. Ia harus menunggu petunjuk dari atasannya langsung.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Rembang, Minanus Suud menjelaskan proses pelipatan surat suara dibagi menjadi dua tempat, masing masing di gudang desa Sawahan, sebelah barat perempatan Ex Stasiun dan gudang di depan Dinas Pendidikan Jl Pemuda Rembang. Jumlah pekerja tentu menyesuaikan luas gudang, sehingga tidak bisa dikerahkan sebanyak banyaknya. Justru sekarang KPU Kab. Rembang fokus memantau keamanan surat suara, jangan sampai ada yang tercecer dan steril dari aksi sabotase.

Minanus Suud menambahkan pekerja pelipatan surat suara, melibatkan masyarakat sekitar gudang dan rekan rekan staf KPU yang bisa dipercaya. Terlebih dahulu ditunjuk koordinatornya, agar mudah ditelusuri, begitu ada masalah. Pihaknya menargetkan selama dua minggu, kegiatan pelipatan akan selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *