Flash News
No posts found

Senjata Api Dilucuti, Punya Jurus Baru

Anggota Polisi Militer dari Sub Denpom Blora berjaga jaga di pos perbatasan Kalinanas – Krikilan.

Anggota Polisi Militer dari Sub Denpom Blora berjaga jaga di pos perbatasan Kalinanas – Krikilan.

Sumber – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan kini mempunyai jurus baru, untuk mengurangi angka pencurian kayu, yakni dengan menyiagakan dua orang anggota polisi militer (PM) bersenjata lengkap selama 24 jam.

Dua orang PM itu berasal dari Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) Blora, kemudian disiagakan di pos Sriwing petak 70 RPH Kedungbacin BKPH Kalinanas, atau tepatnya di hutan perbatasan antara desa Kalinanas Kec. Japah Blora dengan desa Krikilan Kec. Sumber Rembang.

Koordinator Keamanan KPH Mantingan, Ibnu Budi Anggoro menjelaskan semenjak ada kebijakan pengelolaan hutan lestari, petugas polisi hutan dilarang membawa senjata api, sehingga sering kali pelaku pencurian kayu semakin berani melawan, bahkan terkadang nekat melakukan penyekapan Polhut, sebelum beraksi.

KPH di Blora sudah lebih dulu meminta bantuan anggota polisi militer. Menurutnya kalau KPH Mantingan tidak ikut menyesuaikan, dikhawatirkan pelaku pencuri kayu dari daerah tetangga Blora akan beramai ramai masuk ke Rembang. Pemilihan BKPH Kalinanas, karena menurutnya paling rawan pencurian kayu. Anggota PM tidak sekedar berjaga jaga di pos, tetapi juga berpatroli. Terbukti setelah ikut membantu menjaga hutan sejak awal bulan Februari lalu, tingkat pencurian cenderung menurun dibandingkan periode waktu sebelumnya.

Ibnu Budi Anggoro menambahkan luas hutan di wilayah KPH Mantingan mencapai 16.743 hektar, 5 ribu hektar lebih diantaranya masuk bagian kesatuan pemangkuan hutan (BKPH) Kalinanas. Sementara ini lokasi tersebut menjadi prioritas, sedangkan untuk BKPH lainnya, masih cukup dikendalikan oleh tenaga Perhutani sendiri. Meski demikian, pengawasan hutan melalui lembaga masyarakat desa hutan (LMDH), tetap menjadi program utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *