Flash News
No posts found

Lewat SMS, Belasan Pejabat Dimaki maki

Detail isi sms yang dikirimkan pelaku. (Gambar atas) Wartawan Radar Kudus, Ali Mahmudi (berkaca mata) mendengarkan penjelasan Kabag Humas, Johan Nurwicaksono.

Detail isi sms yang dikirimkan pelaku. (Gambar atas) Wartawan Radar Kudus, Ali Mahmudi (berkaca mata) mendengarkan penjelasan Kabag Humas, Johan Nurwicaksono.

Rembang – Belasan orang pejabat dilingkungan pemerintah kabupaten Rembang menerima telefon dan pesan pendek sms yang mengaku bernama Ali, wartawan Radar Kudus Jawa Pos.

Intinya meminta sumbangan dana, ada salah satu rekannya, Didik Purwanto menjalani perawatan di rumah sakit Karyadi Semarang. Bantuan agar disalurkan melalui nomor rekening BCA 0331609748. Tak sebatas menelfon, pelaku juga mengirimkan sms dengan kalimat tidak pantas, bernada memaki maki.

Setelah ditelusuri, nomor HP pelaku 082334757993 itu, ternyata bukan Ali Mahmudi, wartawan Radar Kudus, melainkan orang tidak bertanggung jawab, yang sampai hari Senin (10 Maret 2014), belum diketahui identitasnya.

Ali Mahmudi merasa nama baiknya dicemarkan. Ia meminta bantuan aparat kepolisian maupun operator telefon selular, untuk melacak keberadaan pemilik nomor tersebut.

Kepala Bagian Humas Pemkab Rembang, Johan Nurwicaksono mengakui tidak hanya kepala dinas saja yang menerima sms bernada miring, tetapi juga kepala bagian, termasuk sejumlah camat.

Ia sendiri mendapatkan sms, namun enggan menanggapi, lantaran yakin ada yang tidak beres. Johan telah membahas masalah itu bersama para pejabat lain, diharapkan jangan mudah terkecoh, apalagi sampai mengirimkan sejumlah uang. Sejauh ini belum ada korban tertipu, karena mereka konfirmasi dulu ke Bagian Humas.

Johan Nurwicaksono menambahkan selama pemohon bantuan jelas identitasnya, tentu secara pribadi tidak masalah.

Beberapa kali kasus serupa pernah muncul, nama pejabatpun sering dicatut. Maka yang terpenting, kedepan masyarakat harus lebih waspada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *