Flash News
No posts found

Menolak Karena Alasan Kesehatan, PSIR Belum Punya Pelatih

Bambang “Max” Handoyo (kaos biru) berbincang dengan bekas striker PSIR Rembang yang kini merumput di Persijap Jepara, Christian Lenglolo.

Bambang “Max” Handoyo (kaos biru) berbincang dengan bekas striker PSIR Rembang yang kini merumput di Persijap Jepara, Christian Lenglolo.

Rembang – Direktur tekhnik PSIR Rembang, Bambang “Max” Handoyo menolak kalau ditunjuk menjadi pelatih kepala.

Bambang beralasan penolakan tersebut karena semata mata dirinya mempertimbangkan faktor kesehatan. Setelah sempat sakit, dokter sebenarnya menyarankan untuk istirahat total. Jangankan melatih tim, berteriak terlalu keras saja, dilarang. Maka tak heran, dalam dua kali laga uji coba melawan PSIS Semarang dan Persipur Purwodadi, ia memilih lebih banyak duduk.

Meski demikian, pria asli warga desa Sumberejo Rembang ini mengaku siap, kalau manajemen menyerahkan tanggung jawab sebagai asisten pelatih, sebatas memberikan masukan dan membantu tugas pelatih kepala.

Manajer PSIR Rembang, Siswanto menjelaskan semenjak pelatih lama Haryanto mundur, memang tim belum memiliki pelatih. Sempat muncul wacana akan menunjuk Bambang Handoyo yang sudah mengantongi sertifikat kepelatihan lisensi B nasional. Apabila Bambang tidak mau, bisa saja pihaknya mendatangkan pelatih dari luar daerah.

Siswanto menambahkan selain masalah pelatih, PSIR juga menghadapi masalah, adanya sejumlah pemain lokal kabupaten Rembang yang berencana hengkang ke tim lain, seperti Zaenal Arifin, Didik Wahyu, Heru Wibowo beserta adiknya Yoni Ustaf Bukhori. Manajemen beberapa kali melakukan pendekatan, tapi mereka tetap ngotot ingin pindah, sehingga tak bisa dihalangi.

Mengenai alasan pindah klub, Siswanto menyebutkan Heru Wibowo sempat datang ke rumahnya, untuk mohon pamit. Heru sebatas ingin menunjukkan bahwa bisa laku bermain di tim lain, untuk menepis suara miring, hanya mampu bertahan di PSIR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *