Flash News
No posts found

Poster Penolakan Bermunculan, Siap Ajukan Gugatan Ke PTUN

Poster bernada penolakan pabrik semen banyak tertempel di dalam kota Rembang, salah satunya di dekat lampu bangjo Perempatan Jaeni.

Poster bernada penolakan pabrik semen banyak tertempel di dalam kota Rembang, salah satunya di dekat lampu bangjo Perempatan Jaeni.

Rembang – Di sejumlah titik strategis dalam kota Rembang, belakangan mulai bermunculan pemasangan poster dengan gambar tengkorak, terdapat logo perusahaan Semen Indonesia dan bertuliskan perusak lingkungan, hama paling berbahaya untuk petani.

Beberapa diantaranya tertempel di tembok toko, dekat Perempatan Jaeni Rembang. Setiap pengguna jalan yang berhenti di lampu Bangjo, akan dengan mudah melihat gambar tersebut.

Ming Ming Lukiarti, salah satu aktivis Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) mengaku tidak tahu menahu, siapa pemasang poster. Tapi menurutnya wajar, karena suara penolakan terhadap rencana pembangunan pabrik semen, berasal dari sejumlah kalangan masyarakat. Ia menduga penempelan poster sebagai bentuk kekecewaan, setelah beberapa kali aksi demo, belum membuahkan hasil yang memuaskan.

JMPPK bersama kelompok warga di sekitar calon lokasi pabrik semen, desa Kajar, Tegaldowo dan Timbrangan Kec. Gunem, tengah berembug untuk menentukan langkah berikutnya. Termasuk akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), terhadap pemerintah dan investor, lantaran pihaknya menganggap terjadi kejanggalan dalam pemberian izin lingkungan pabrik semen.

Kepala Satuan Polisi Pamong Pradja Kab. Rembang, Slamet Riyadi menyatakan anggotanya akan langsung mengecek keberadaan poster penolakan pabrik semen. Tentu prosedur harus dipatuhi, semisal meminta izin kepada pemilik tembok dan mengurus perizinan ke instansi DPPKAD. Kalau melanggar, tentu Satpol PP berhak mencopot poster gelap tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia, Agung Wiharto Senin siang (10 Maret 2014) menyatakan pihaknya sangat menghargai perbedaan pendapat yang berkembang di tengah masyarakat kabupaten Rembang. Namun ia menegaskan rencana pembangunan pabrik semen di kecamatan Gunem akan tetap berlanjut, untuk memenuhi kebutuhan semen dan pembangunan infrastruktur, terutama di provinsi Jawa Tengah.

1 Komentar

  1. susilo

    pak pulisi daripada operasi nyopotin poster tolak pabrijk semen mending nyopotin poster partai calon DPR yang mengganggu pemandangan.. itu pemasangannya udah ijin apa belum?…… yang di copot jangan yang tolak pabrik semen … itu namanya gak adil.. pak polisi penegak hukum kok gak adil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *